Advertorial

Sabtu, 25 April 2020 - 17:04 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Keluraga ini harus mengikuti karantina selama 14 hari dipondok ditengah sawah di Desa Sataneteaan Kabupaten Mamasa.

Keluraga ini harus mengikuti karantina selama 14 hari dipondok ditengah sawah di Desa Sataneteaan Kabupaten Mamasa.

Belum Tersentuh Bantuan, Keluarga Pedagang Bakso Keliling Jalani Karantina Persediannya Mulai Menipis

MAMASA, pojokcelebes.com | Karena sudah tidak bisa bertahan hadapi kerasnya hidup di kota Makassar sebagai penjual bakso keliling, akibat kasus pendemik Covid – 19. Keluarga yang satu ini memilih pulang ke tanah kelahirannya di Desa Satanetean Kecamatan Sesenapadang Kabupaten Mamasa.

Di Kabupaten Mamasa, memastikan dirinya dan anggota keluarganya tidak terpapar Covid – 19, akhirnya keluarga ini mengikuti himbauan pemerintah untuk ikuti karantina mandiri agar semua aman dari penyebaran wabah Covid – 19. Awalnya, ingin memilih karantina mandiri disebuah pondok miliknya di Mogean Desa Osango, seketika itu mendapat penolakan dari warga setempat dengan alasan desanya tidak ingin terjangkit virus asal Wuhan itu. Nasib sial yang dialami bapak Dua anak ini, harus rela menerima penolakan warga Osango, untuk membatalkan niat tinggal di rumah pribadinya di desa Osango. Beruntung, seorang Kades Desa Satanetean, mengambilnya untuk di karantina mandiri di desanya, dan ditempatkan disebuah gubuk milik warga ditengah persawahan di Desa Satanetean menjadi tempat menginap selama 14 hari kedepan.

Dari pengakuan Mariana yang tak lain adalah saudara kandung pria yang dikarantina bersama istri dan kedua anaknya. Kepada media ini, mengatakan bahwa kakanya sebagai kepala keluarga itu selepas pulang dari Makassar, sudah Empat hari menjalani karantina Mandiri di sebuah pondok di tengah persawahan di Desa Satanetean atas bantuan dari Pemdes Sataneteaan. Kata dia, selama dikarantina, kakanya sebagai kepala rumah tangga bersama istri dan kedua anaknya, awalnya masih mengadalkan kebutuhan pokok yang dibawanya dari Makassar, seperti beras dan bahan pokok lain sebagai penyambung hidup selama menjalani karantina. Namun akhir ini, persediaannya sudah mulai hampir menipis. Sementara bantuan bahan pokok dari pemeritah hingga saat ini belum ada kabar apalagi diterima.

” Kalau bantuan dari mana saya belum tau pak, karena sudah Empat hari mi di pondok. Sekarang sudah mengeluh soal makanan pokok yang sudah mulai habis. Anaknya saja sudah kehabisan susu dan makanan kami sudah mulai antarkan langsung ke pondok tempat karantina, ” kata Marniani yang perihatin dengan kondisi keluarga kakanya yang saat ini menghadapi dikarantina mandiri.

Mariana berharap, kepada peemerintah agar bisa memperhatikan warganya yang saat ini menjalani karantina mandiri. Jangan hanya dilarang keluar tapi harus juga diperhatikan kebutuhan pokoknya seperti Sembako yang digunakan selama menjalani karantina mandiri selama 14 hari tidak keluar mencari nafkah.

” Saya jujur pak, kakak saya dengan istrinya bersama Kedua anaknya tidak mengalami apa – apa setelah pulang dari Makassar hingga dikarantina. Kondisinya puji Tuhan semuanya masih sehat kok. Hanya saja masalah ini kebutuhan hari – harinya sudah mulai habis. Beras saja kemarin yang dimakan itu masih beras yang dai pulang dari Makassar, ” ungkap Mariana.

Dikonfirmasi kepada Kadis Kominfo Kabupaten Mamasa, Simon Ratta mengatakan bahwa ada beberapa pendatang masuk di wilayah Kabupaten Mamasa, terpaksas harus mengikuti dikarantina selama 14 hari sebelum kembali berbaur dengan keluarga dan warga lainnya. Ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid – 19 di Kabupten Mamasa.

Kata Simon, berdasarkan surat penyampain surat bupati dengan nomor 360 / 10 / GTPCC / – 19 / IV / 2020. Dan surat ini ditujukan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Mamasa. Dalam surat itu menyebutkan, dalam rangka upaya percepatan penanganan Covid – 19 diwilayah Kabupaten Mamasa dalam kaitan penyebaran Covid – 19. Maka salahsatu hal yang harus dilakukan adalah penyediaan karantina bagi masyarakat yang masuk di wilayah desa dan kelurahan.

Sehubungan dengan itu, maka disampaikan kepada para Kades dan Lurah se kabupaten Mamasa untuk menyiapkan atau memfasilitasi tempat karantina bagi masyarakata yang masuk di wilayah desa atau kelurahan. Dan surat pemnyampian ini ditanda tangani langsung oleh Ketua gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid – 19 di Kabupaten Mamasa, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi.

” Pengawasan kerjasama Pemda dan pemerintah desa. Persoalan jaminannya adalah pemerintah desa dan keluarga yang bersangkutan yang tanggung, sambil menunggu bantuan Sembako dari pemerintah kabupaten dan pusat, ” kata Simon. | Adji

Artikel ini telah dibaca 411 kali

Baca Lainnya