Hukrim

Rabu, 29 April 2020 - 05:53 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kasubdit III Jatanras Polda Sulbar , AKBP. Andi Mappijaji.

Kasubdit III Jatanras Polda Sulbar , AKBP. Andi Mappijaji.

Diduga Makelar Proyek Tiga Pria Berurusan dengan Polisi

SULBAR, pojokcelebes.com | Diduga menjadi makelar proyek Tiga pria inisial MA, IS dan AN harus berurusan dengan Polisi, setelah korbannya yang tak lain sebagai kontraktor atas nama Kamil, mengaku tertipu kurang lebih 357 juta rupiah.

Kasubdit Tiga Jatanras Polda Sulbar, AKBP Andi Mappijaji mengatakan, terungkapnya makelar proyek ini diketahui setelah ada korban merasa dirugikan oleh terlapor dengan menjanjikan proyek namun sampai saat ini belum ada.

Menurut Andi, terlapor miliki banyak status proyek yang dijanjikan kepada korban dengan ujung – ujungnya minta uang alias dana pertama ( DP ) dengan jumlah berpariasi. Namun proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada, hingga korban mengaku mengalami kerugian kurang lebih 357 juta rupiah.

Andi menyebutkan, pengungkapan makelar proyek ini berdasarkan keterangan saksi terlapor, bahwa sejumlah proyek yang dijanjikan kepada korban dengan dana yang berpariasi diserahkan kepada terlapor. Diantaranya, pekerjaan pembangunan pagar SMA 4 Polman dimana terlapor meminta uang kepada korban ( pelapor ) seniali 3 juta. Proyek peningkatan jalan Salutambung Urekan Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene, terlapor juga meminta uang kepada korban senilai 90 juta. Proyek pekerjaan perencana renovasi dan pengembangan bangunan laboratorium kesehatan dengan uang yang diminta 32 juta. Pekerjaan dikantor Dikanas Provinsi Sulbar dengan uang yang diminta sebesar 30 juta. Proyek pembangunan pagar SMA 1 Mamasa dengan uang yang diminta sebesar 10 juta. Proyek pekerjaan irigasi Messawa di Kabupaten Mamasa, terlapor juga minta uang sebanyak 6 juta. Proyek pekerjaan pemukiman lantora di Kabupaten Polman dengan uang yang diminta sebanyak 64 juta serta proyek pembanguan tebing di Mapilli, namun terlapor tidak menerima uang hanya saja terlapor dan pelapor bicara komitmen.

” ini pengakuan calon tersangka, bahwa ada sejumlah proyek dijanjikan kepada korban namun tidak kunjung ada dan uang sudah menjadi DP sudah habis untuk kepentingan pribadinya sehingga korban mengalami kerugian 357 juta rupiah. Dan saya sebut ini makelar proyek, karena banyak status proyek yang dijanjikan kepada korban tapi tidak kunjung ada, sementara uang ratusan juta sudah diambil oleh terlapor dan tidak ada niat mengembalikan, ” katanya

Kasus makelar proyek, hari ini pihak penyidik akan melakukan gelar perkara. Rabu ( 29/4 ), hal ini dilakukan untuk menentukan status terlapor apakah bisa dinaikkan dari lidik menjadi sidik.

” Yang pastinya sudah ada calon tersangka. Hari ini, kami kembali akan melakukan gelar perkara. Jika semua sependapat, statusnya akan dinaikan ketingkat penyidikan dan penetapan tersangka, ” tegas Andi Mappijaji.

Persoalan makelar proyek ini, jauh sebelumnya sudah dilakukan upaya persuasif yakni pertemuan kedua belah pihak baik pelapor maupun terlapor. Dan kata dia, saat ini keduanya punya kesepakatan untuk mengganti kerugian korban dengan waktu Satu bulan. Tetapi kesepakatan yang dibangun itu kata dia, hingga saat ini belum ada hasil.

” Upaya persuasif sudah dilakukan. Kedua bela pihak sudah saya pertemukan disini, sebelum ditingkatkan ketahap penyidikan sambil melakukan proses penyelidikan. Ada kesepakatan kedua belah pihak yang dibangun namun sampai saat ini belum ada penyelesaian. ” sebutnya yang mengaku jika ada tersangka, diancam dengan pasal 378 dengan acaman 4 tahun penjara. | Adji

Artikel ini telah dibaca 1541 kali

Baca Lainnya