Hukrim

Sabtu, 2 Mei 2020 - 15:33 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kondisi jalaur jalan Malakbo Mambi alami Retak dan badan jalan hampir amblas, menuai sorotan publik.

Kondisi jalaur jalan Malakbo Mambi alami Retak dan badan jalan hampir amblas, menuai sorotan publik.

Kondisi Jalan Rabat Beton di Desa Sidaga Manik Poros Malakbo – Mambi Disorot

MAMASA, pojokcelebes.com | Kondisi jalan poros rabat beton dijalur Malakbo Mambi, menuai sorotan. Pasalnya, salahsatu jalur tepatnya di Desa Sidaga Manik, kondisinya mengalami kerusakan bahkan sisi jalan tersebut terlihat amblas, pada hal proyek tersebut belum lama rampung yang dikejakan PT. Pasookorang.

Hal ini menjadi sorotan pemuda pergerakan Mamasa melalui siaran persnya ke Redaksi pojokcelebes.com. Menurut Tambrin, jalan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah yang tentunya menganggu penguna jalan. Soal kerusakan itu kata dia, tentunya mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan rabat beton tersebut.

” Coba lihat sendiri belum lama habis dikerjakan sudah mengalami keretakan, saya menilai pekerjaan ini asal – asalan dan saya pertanyakan kualitasnya. Saya berharap penegak hukum bisa melihat kondisi jalan ini, ” tegas Tambrin salahseorang aktivis pergerakan di Mamasa.

Masih dia, jika hal ini tidak ditanggapi pihak kontraktor untuk memperbaikinya, tentunya sebagai pemuda Mamasa, akan melakukan pergerakan untuk mendatangi Polda Sulbar dan kajati Sulbar.

” kami tidak main – mainm jika hal ini tidak di sikapi untuk diperbaiki. Makn persoalan ini akan kami bawa ke rana hukum untuk mepertanyaannya, ” tegas Tambrin.

Ditempat terspisah, Kepala dinas PU Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Aksan mengatakan, untuk jalur jalan poros Mambi, Salubatu, Aralle, Mambi Mamasa sampai Tabang, itu masih tanggung jawabnya Kementerian PU. Jika ada jalan poros mengalami kerusakan seperti jalan poros jalur Malakbo Mambi, tentu masih tanggung jawabnya Kementerian PU melalui Satker PJN wilayah II yang berkantor di Sulbar, dengan menggunakan anggaran APBN jika dilakukan perbaikan.

” kalau sudah dikerjakan sudah rampung namun beberapa bulan mengalami kerusakan itu masuk dalam pemerliharaan. Jadi tanggung jawabnya ada pada kontraktor karena masih dalam masa pemilihraan, ” singkat Aksan.|Adji

Artikel ini telah dibaca 197 kali

Baca Lainnya