Advertorial

Selasa, 5 Mei 2020 - 16:07 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Pasutri duduk termenung ditengah wabah Covid - 19.

Pasutri duduk termenung ditengah wabah Covid - 19.

Derita Bapak Satu Anak di Desa Bunde, Bertahan Hidup Ditengah Wabah Covid

MAMUJU pojokcelebes.com | Sejak mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 dipenjuru dunia. Kerasahan masyarakat terutama bagi masyarakat yang ekonomi lemah, sangat terlihat dampaknya khususnya kebutuhan pangan.

Seperti yang dirasakan Rahman, Salah seorang kepala rumah tangga dengan kondisi mengalami cacat fisik asal warga Dusun Girimulya Desa Bunde Kecamatan Sampaga. Selama adanya virus corona mewabah aktivitas kesehariannya sebagai buruh harian sudah tidak berjalan sehingga penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari sudah tidak mencukupi.

“selama mewabahnya virus corona, penghasilan saya tidak ada lagi karna sudah tidak tidak bekerja pak. ” Kata buruh serabutan ini kepada awak media ini. Senin ( 04/5 )

Bapak Satu anak ini mengaku, kebutuhan ekonomi yang serba kesulitan memaksa untuk sabar setiap hari, berutung masih ada tetangga yang masih bisa berbagi bahan pokok. Belum lama ini, keluarga Rahman mendapat bantuan Sembako dari Kepolisian setempat. Bantuan itu membuat bisa kembali bertahan hidup bersama dengan anak – anaknya yang masih kecil. Rahman, mengatakan dirinya sudah didata oleh Pemdes setempat sebagai penerima bantuan hingga masih menunggu pembagian dari Pemdes.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari – harinya, Rahman mengaku pekerjaan yang dilakoninya harus memaksa pergi mancing ikan untuk bisa menutupi kebutuhan lauk di rumah setiap hari.

” ya kadang – kadang dapat ikan kadang tidak, saya lakukan ini biar kami juga bisa makan ikan. Mau beli ikan dapat uang dari mana, kan mahal ikannya, ” ujar Rahman

Bapak yang cacak akibat penyakit yang dideritanya, mengungkapkan rumah yang ditempati saat ini masih warisan orang tua. Meskipun rumah terbilang tidak layak huni, tapi bagi Rahman sangat disyukuri karena bisa menjadi tempat perlindungan bersama keluarga kecilnya dari panas dan hujan.

” Saya memiliki rumah pak itupun pemberian orang tua, liat saja kondisinya pak sangat tidak layak dan sering di genangi air kalau musim hujan. Ya mau apalagi, dinikmati aja pak sama – sama dengan keluarga, ” jelas Rahman

Rahman mengaku, bahwa penghasilannya sebagai buruh harian sebelum pendemi corona, bisa dapat perhari 50 Ribu sampai 100 Ribu. Namun karena kondisi saat ini tidak bersahabat lagi, membuatnya harus bantin tulang demi bisa bertahan hidup ditengah masa pandemi Cobvid – 19.

” jujur aja pak, saya cuman biasa di panggil tetangga menyemprot lahan mereka, kemudian di kasih upah 50 ribu sampai 100 ribu perhari. Sekarang tidak ada lagi memanggil untuk menyemprot, mungkin karena corona,” Beber Rahman

Daikonfirmasi kepada Pemdes setempat soal warganya miskin yang juga ikut terpapar ekonomi adanya wabah virus Corona. Bondan Kepala Desa Bunde mengatakan, mengatakan benar bahwa warganya ikut terdampak akibat virus Corona. Kata dia, saat ini bantuan pemerintah itu yang ada hanya PKH saja. Dengan kondisi saat ini, aparat desa sementara melakukan pendataan untuk penerima dana BLT bagi warga yang layak seperti keluarga Rahman.

” warga kami yang tergolong prasejahtera memang kita akui bahwa saat ini sangat terdampak akibat wabah virus ini. Saat ini, kami melakukan pendataan sebagai penerima BLT. Kalau sudah menerima bantuan PKH tidak bisa menerima lagi dana BLT. ” tutupnya. | Zul

Artikel ini telah dibaca 1586 kali

Baca Lainnya