Advertorial

Sabtu, 9 Mei 2020 - 13:31 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Dirkrimsus Polda Sulbar, Kombes Pol. Agustinus Suprianto.

Dirkrimsus Polda Sulbar, Kombes Pol. Agustinus Suprianto.

Stok Sembako Masih Aman, Kasatgas Pangan Prov. Sulbar Tegaskan Jangan Coba – Coba Ada Praktik Penimbun Bahan Pokok

SULBAR, pojokcelebes.com | Ditengah pandemi Covid – 19 dan bulan suci Ramdhan, yang kini dihadapi masyarakat Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Tentu bahan – bahan pokok atau kebutuhan pokok seperti Sembako dan tabung gas elpiji bersubsidi jauh sangat dibutuhkan.

Dengan situasi dan kondisi seperti ini, tentu Satuan tugas ( Satgas ) Pangan Provinsi terus memantau dan waspada oknum yang melakukan praktik nakal dengan sengaja melakukan penimbunan atau memainkan harga terhadap bahan – bahan pokok hanya untuk mencari keuntungan pribadi.

Namun untuk Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), sejauh pantauan Satgas Pangan selama musim Covid – 19 hingga menghadapi bulan Puasa. bahan – bahan pangan atau kebutuhan Sembako, belum ada indikasi atau temuan penimbunan bahan pokok ( Sembako ) termasuk memainkan harga. Dan sampai saat ini, suplai bahan pokok masuk di Bulog Mamuju masih berjalan aman dan lancar.

Ditemui Direktur Krimsus Polda Sulbar, Kombes Pol. Agustinus Suprianto selaku ketua Satgas ( Kasatgas ) Pangan Provinsi Sulbar, kepada pojokcelebes.com, mengaku kondisi atau keberadaan Sembako dan kebutuhan lainnya di wilayah Sulbar terbilang masih stabil dan aman.

” Kalau indikasi penimbunan bahan – bahan pokok, belum ada ditemukan atau dilaporkan kepada Satgas Pangan, termasuk harga masih dalam keadaan stabil. Jadi sejauh ini pangan kita di Sulbar terbilang aman dalam menghadapi bencana non alam dan bulan puasa, ” kata Suprianto.

Meskipun pangan masih dinyatakan dalam kondisi stabil dan harga masih terjangkau. Namun kata dia, dipasaran dilaporkan beberapa kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga seperti daging ayam, cabai dan telur harganya anjlok alias turun drastis. Hal inilah menjadi masukan kepada dinas terkait Provinsi Sulbar, agar bisa menyikapi persoalan ini dengan membeli barang – barang yang harganya turun kemudian didrop ke luar daerah provinsi yang membutuhkan barang tersebut. Kemudian sebaliknya, jika ada barang yang dijual di provinsi itu bisa pemerintah beli untuk kebutuhan masyarakat Sulbar.

” saya bilang begini ke kawan – kawan Pemda, coba dulu kita yang beli seperti, ayam, telur dan cabai semua kita yang beli. Kita cari provinsi mana yang butuh cabai dan ayam lalu kita drop kesana, dan gantian yang di daerah mana yang murah dan lebih itu kita ambil, lalu kita borong untuk didrop ke daerah kita, ” ujar Suprianto.

Selain itu dalam kondisi saat ini, Satgas pangan juga memantau perkebangan penyaluran tabung gas 3 kilo gram ( Melon ) serta harganya. Untuk saat ini, pihaknya mengoptimalkan bantuan dari Bhabinkamtibmas soal kesediaan tabung apakah ada kurang atau tidak untuk segera dilaporkan.

” stok gas Tiga kilo masih cukup, dan harganya masih stabil. Makanya kami optimalkan Bhabinkamtibmas disetiap desa untuk melaporkan daerahnya mana ada kelangkaan tabung gas termasuk harga, untuk segera dilaporkan Satgas pangan. Intinya jangan ada kelangkaan bahan pokok pada situasi seperti ini, ” jelas Ketua Satgas Pangan Provinis Sulbar.

Dia menambahkan, dengan kondisi saat ini ditengah bencana non alam yang belum jelas kapan selesainya. Meminta para pelaku usaha, agar tidak melakukan tindakan kriminal dengan memonopoli bahan – bahan pokok atau kebutuhan utama masyaraakat termasuk mempermainkan harga hanya untuk mencari keuntungan. Jika hal itu dilakukan pasti akan bersentuihan dengan hukum.

” kami meminta kepada saudara – saudara pelaku usaha agar tidak mempergunakan kesempatan dalam kesempitan hanya semata mencari keuntungan semata. Jangan sampai ada penimbunan dan memainkan harga yang tidak wajar. Jika ada ditemukan pasti akan di seret kera na hukum, ” tegas Direktur Direktorat Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar. |Adji

Artikel ini telah dibaca 1617 kali

Baca Lainnya