Hukrim

Kamis, 14 Mei 2020 - 19:54 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Kasat Reskrim Polres Metro, AKP Samsuriyansah.

Kasat Reskrim Polres Metro, AKP Samsuriyansah.

Aduan Ketua DPRD Terus Bergulir, Teradu Sudah Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi

MAMUJU,pojokcelebes.com | Soal adanya aduan kuasa hukum ketua DPRD Azwar Ashari Habsi dimeja penyidik Reskrim Polresta Mamuju, tentang dugaan adanya pencemaran nama baik lewat media sosial ( Medsos ) oleh pemilik akun Facebook dengan inisial HE.

Nampaknya, penyidik Reskrim Polresta Mamuju, terus mendalami aduan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Salahsatunya adalah mengundang Tiga orang saksi untuk melakukan klarifikasi, diantaranya inisial HE sebagai saksi pemilik status dan saksi MA serta saksi SA yang ikut berkomentar dikolom satatus setelah status tersebut diposting oleh HE.

” Ini kan aduan dan wajar dong kami ( polisi ) menyikapi jika ada aduan atau laporan masyarakat tanpa dikecualikan. Atas aduan Azwar Ashari lewat kuasa hukumnnya, ya kami tentu undang yang teradu untuk mendengar kalarifikasinya yakni insial HE dengan saksi MA dan SA yang ikut menulis dikolom komentar soal status itu, ” kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP. Syamsuriyansah.

Kasat Polresta yang akrab disapa Anca itu, mengaku aduan ini masih dalam proses penyelidikan Polisi dan masih perlu pembuktian apakah ini masuk rana pidana atau tidak. Sedangkan saksi MA dan saksi SA, kata Anca, diundang hanya untuk dimintai keterangan soal keberadaan status saksi HE yang sempat dikomentari oleh keduanya.

” Tidak usahlah di Medsos berkoar – koar, kalau bisa hadirlah memenuhi undangan untuk mendengar kalarifikasinya. Keberadaan saksi MA dan SA yang kami undang, karena keduanya yang komentar soal status HE tentu sepengetahuannya bahwa status tersebut milik saksi HE, ” jelasnya.

Lanjut Anca, soal aduan yang dimasukkan kuasa hukum Azwar Ashari, rupanya sudah Dua kali dilayangkan undangan kalarifikasi terhadap saksi HE untuk hadir di kantor Polresta Mamuju, namun Kedua kalinya selalu mangkir dari undangan polisi. Padahal kata dia, bukan surat panggilan melainkan hanya undangan kalarifikasi apalagi bukan dalam bentuk laporan Polisi.

” Saksi HE, kami undang ke kantor untuk datang melakukan klarifikasi namun yang bersangkutan selalu manghindar dari undangan kami ( polisi ). Kami juga heran, kok tidak kooperatif tentu kami bertanya, ada apa kenapa tidak kooperatif?, padahal itu bentuk undang klarifikasi, harus propfesional dong, “ujarnya

Dia menambahkan, aduan yang dilayankan kuasa hukum Aswar Ashari dimeja penyidik polisi, diketahui sejak tangal 1 April 2020. Tentunya aduan ini sangat salah jika tidak disekapinya karena sudah cukup lama. Dan soal ini, tidak ada hubungannya dengan politik.

” Tak usahlah bermain di rana Medsos, silahkan datang saja penuhi undangan klarifikasi biar jelas semuanya. Soal ini tidak ada rana politik dan saya tidak suka di giring – giring ke rana politik dan saya tidak ada urusan dengan mereka.” pungkasnya. |Adji

Artikel ini telah dibaca 2457 kali

Baca Lainnya