Celebes

Selasa, 19 Mei 2020 - 20:49 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Dua Napi ini asala Rutan Majene memperlihatkan keterampilannya saat menjalani asimilasi rumah.

Dua Napi ini asala Rutan Majene memperlihatkan keterampilannya saat menjalani asimilasi rumah.

Patut Diacungi Jempol, Dua Napi Asimilasi Rumah Rutan Majene Buka Usaha Kecil – kecilan


MAJENE, pojokcelebes.com | Di saat keputusan menteri hukum dan ham Republik Indonesia untuk mengadakan asimilasi rumah di tengah pandemi covid-19 bagi seluruh Narapidana yang memenuhi syarat.

Hal ini menjadi harapan baru bagi Dua orang Narapidana asimilasi rumah dari Rutan Majene. Betapa tidak, waktu asimilasi yang diberikan oleh pemerintah, tidak disia – siakan oleh Kedua Narapidana ini dengan memilih melanjutkan pembinaan pembuatan kerajinan tangan yang mereka dapatkan pada saat berada di Rutan Majene. ( 18/5 ).

Mereka adalah Rustam dan Novianto. Diketahui Keduanya membuka sebuah bisnis kerajinan tangan di lingkungan Lipu Kabupaten Majene, yang meskipun tergolong bisnis kecil namun kedunya sangat antusias dan berinisiatif untuk mengembangkan ilmu dan skill untuk hal yang lebih bermanfaat seperti ini.

Saat ini Keduanya, sudah mulai melayani pesanan dari warga sekitar yaitu membuat tudung saji, bosara, keranjang buah, keranjang pakaian, sapu lidi, dan kerajinan tangan yang lain.

Kepada media ini Rustam mengatakan sangat bersyukur akan adanya asimilasi rumah ini, karena dengan bekal ilmu yang di dapat dari dalam Rutan Majene, bisa membuka bisnis kecil – kecilan dan yang paling penting dirinya dapat diterima kembali dalam lingkungan masyarakat.

” Kami sangat bersyukur bisa diterima kembali dan bergaul dengan masyarakat. Tentunya kami juga bangga karena bisa mengebangkan ilmu yang kami dapat dari Rutan selama kami ditahan. Meskipun bisnis yang kami bangun masih kecil – kecilan, tapi saya yakin nantinya akan bisa diterima oleh masyarakat luas, ” katanya dengan optimis.

Karutan Majene, Baharuddin mengatakan sangat mengapresaiasi terhadap kedua narapidana yang mendapat asimilasi dengan memanfaatkan waktunya dengan mengembangkan ilmu kerajinan yang didapat dari dalam Rutan selama dalam tahanan.

” Semoga dengan adanya semangat dari kedua orang ini dapat memacu para Narapidana asimilasi rumah yang lain maupun para warga binaan yang masih menjalani hukuman untuk terus melakukan hal yang positif dan bermanfaat,” ujar Baharuddin.

Dia berharap, kepada seluruh lapisan masyarakat luas, bisa menerima Keduanya saat menjalani asimilasi rumah, karena tidak sepenuhnya memberikan dampak negatif bagi masyarakat.

” kami berharap keseluruh lapisan masyarakat dapat menerima mereka yang menjalani asimilasi rumah dengan kembali dalam lingkungan masyarakat, ” pungakasnya. | Dul

Artikel ini telah dibaca 904 kali

Baca Lainnya