CelebesNasional

Empat Perusahaan di Belang – Belang Menuai Sorotan, Belum Berkontribusi ke Masyarakat Setempat

MAMUJU,pojokclebes.com – Keberadaan perusahaan besar di Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju dinilai tak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hal itu diungkapkan salah satu masyarakat Belang-belang, Bakri Mahmud kepada media ini, Sabtu (16/12).

Ia mengatakan, ada sekira empat perusahaan besar yang beroperasi di Desa Belang-belang. Empat perusahaan tersebut, diantaranya Semen Tonasa, Aspal Curah, Bosowa dan PLTU.

Menurut Bakri, kontribusi pihak perusahaan ke masyarakat selama berada di Belang-belang tidak nampak. Ia menilai, pihak perusahaan tidak berpikir masalah kesejahteraan daerah yang ditempati beroperasi.

“Selama kurang lebih 3 tahun perusahaan-perusahaan yang ada di Belang-belang beroperasi, tidak ada yang masyarakat rasakan baik dari segi distribusi tenaga kerja dan kompensasi ke beberapa rumah ibadah,” terangnya.

Bahkan, setiap musim penghujan, lanjut Bakri, wilayah yang berada di sekitar PLTU sering kebanjiran. Kasus kebanjiran, kata Bakri, diakibatkan tidak adanya tanggul di sepanjang bantaran sungai di belakang PLTU.

“Pihak PLTU memang sudah pernah perbaiki agar tidak banjir, tetapi kembali rusak,” ujarnya.

Terkait masalah Sumber Daya Masyarakat (SDM) Desa Belang-belang yang dinilai perusahaan masih minim, Bakri menilai, hal tersebut semestinya diatasi pemerintah desa dengan membentuk Balai Latihan Kependidikan (BLK).

Dengan adanya BLK, ia menambahkan, masyarakat punya akses untuk bekerja di salah satu perusahaan dengan mengantongi sertifikat BLK.

Ia berharap, Pemerintah Desa Belang-belang mendatang, dapat memperbaiki tata kelola demi kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan komunikasi persuasif dengan pihak perusahaan.

Hal tersebut menjadi perhatian pihak DPRD Kabupaten Mamuju. Ketua DPRD Mamuju, Hj. Siti Suraidah Suhardi menilai, banyak perusahaan besar yang beroperasi di Mamuju, namun tidak memanfaatkan warga lokal sebagai tenaga kerja.

Selain perusahaan yang ada di Desa Belang-belang, Suraidah juga mengambil contoh soal keberadaan Indomaret dan Alfamidi yang tenaga kerjanya, mayoritas dari luar Mamuju.

Ia berharap, Pemda Mamuju dapat memberi solusi agar warga lokal dapat dilibatkan dalam sistem perusahaan yang ada di Mamuju.

Selain itu, lanjut Suraidah, pihak terkait mesti mengawal CSR dari tiap perusahaan agar jelas kontrubusi ke Pemda atau dalam bentuk bantuan rumah ibadah, tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Soal SDM masyarakat yang minim, Suraidah berharap agar penentu kebijakan mampu memfasilitasi masyarakat dengan berbagai pelatihan.

“Itu memang menjadi alasan klasik dan tantangan yang harus dijawab oleh warga, dengan memperbaiki SDM. Caranya, mengikuti diklat-diklat yang ada,” tandasnya.(Her/Aji)

Please follow and like us:
Tags
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close