Celebes Nasional

Senin, 2 April 2018 - 11:03 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Puluhan massa aksi PMII Cabang Mamuju, menduduki teras kantor DPRD Kabupaten Mamuju dalam aksi damai, hari ini.

Puluhan massa aksi PMII Cabang Mamuju, menduduki teras kantor DPRD Kabupaten Mamuju dalam aksi damai, hari ini.

Aksi Demo PMII Minta Pemda dengan DPRD Tanggung Jawab Terjadinya Banjir

MAMUJU,pojokcelebes.com | Peristiwa banjir yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Mamuju, baru – baru ini. Mengakibatkan warga mengalami kerugian, baik materi maupun pisikis. Penyebab banjir selain intensitas hujan tinggi, juga ditengarai buruknya drainase dalam kota Mamuju serta kurangnya normalisasi suangai.

Hari ini Senin (2/4). Puluhan pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Cabang Mamuju. Kembali menggelar aksi unjuk rasa damai dengan sasaran Kantor Pemerintah Daerah ( Pemda ) Kabupaten Mamuju dengan kantor dewan perwakilan rakayat ( DPRD ) Kabupaten Mamuju.

Rusdi salahseorang Korlap, terlihat kembali menyampaikan sejumlah tuntutannya dihadapan anggota DPRD Kabupaten Mamuju di ruangan Fraksi.

Puluhan pemuda itu menyuarakan sejumlah tuntutan dengan tujuan agar Pemda Mamuju serta anggota dewan yang duduk di parlemen Kabupaten Mamuju, bisa melihat langsung kondisi dilapangan pasca banjir, khususnya dampak yang ditimbulkan bencana banjir. Massa aksi tidak lagi menginginkan bencana banjir terjadi di Kabupatén Mamuju karena menimbulkan kerugian besar bagai masyarakat.

Seperti suara lantang koordinator lapangan ( Korlap ), Irwan Ada Syaputra dengan tegas meminta kepada Pemda Mamuju dan anggota dewan perwakilan rakyat ( DPRD ) Kabupaten Mamuju, bertanggung jawab adanya musibah bencana banjir kemarin. Dia menegaskan, dalam tuntutannya beberapa poin, diantaranya bahwa, meminta kepada Pemda Mamuju untuk memperbaiki kembali drainase dalam kota Mamuju yang tidak memberikan manfaat jika musim hujan tiba, karena genangan air meluap ke mana – mana. Meminta kepada Pemda Mamuju, untuk memberikan sanksi kepada warga yang melanggar IMB dan melanggar PP nomor 38 tahun 211 tentang suangai sungai 10 -20 meter dari bibir sungai yang jelas – jelas dilarang mendirikan bagunan ( Milik negara ). Juga menegaskan kepada dinas terkait untuk memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan penyempitan suangai Karema khsusnya disekitar hotel Berkah dan beberapa dalam kota karena dinilai ada penyempitan aliran sungai. Kepada Pemda Mamuju dan DPRD secepatnya aliran sungai dibuatkan bronjong dan dilakukan normalisasi sungai dalam kota Mamuju. Selain itu meminta kepada Pemda Mamuju dan DPRD untuk menegakkan Peraturan daerah ( Perda ) dan stop penanaman sawit di Mamuju jika tidak memiliki izin karena berdampak pada lingkungan. Terkhusus pada DPRD Kabupaten Mamuju untuk memaksimalkan fungsinya sebagai legislasi, anggaran dan pengawasan. Dan sampah dialihkan sungai harus bersih hingga ke Muara sungai sehingga Mamuju Mapaccing jangan hanya jadi slogan belaka.

Dalam aksi damai yang berlangsung di DPRD. Tidak berlangsung lama melakukan orasi didepan pintu masuk kantor DPRD. Akhirnya massa aksi dengan perwakilannya diterima langsung oleh Tiga orang anggota dewan yakni ketua DPRD Siraidah Suhardi, Sugianto dan Asad Tomboran. Massa aksi diterima diruangan Fraksi DPRD, dan perwakilan massa aksi berdialog dan menyampaikan tuntutannya kepada anggota dewan terhormat itu.|Aji

Artikel ini telah dibaca 1079 kali

Baca Lainnya