Hukrim

Diareal Hutan Gandang Dewata Mamasa Marak Illegal logging

MAMUJU,POJOKCELEBES.com | Sejumlah bantalan kayu yang diduga dari hasil Ilegal loging dari wilayah Desa Periangan, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat ( Barat ). Banyak ditemukan dan disita oleh petugas Kehutanan setempat disekitar lereng gunung diareal Hutan lindung Gandang Dewata Desa Periangan. Kayu tersebut diduga milik dari sekelompok oknum atau pelaku ilegal loging.

Dinas kehutanan KPH Mamasa Barat, Polhut Kalfari menyampaikan, bahwa pelaku penebang liar pada Hutan lindung tersebut adalah diduga sebahagian dari warga Desa Periangan sendiri yang selama ini beranggapan bahwa kayu yang mereka kelola adalah miliknya. Namun, kata dia pihaknya tidak dapat mengetahui lebih jauh pelaku tersebut.

” Dan saat ini, ada berkisar 2 kubik kayu yang kami tahan di kantor Pos penjagaan Polisi Hutan Mamasa barat dengan bantalan jenis kayu Merah yang sumbernya dari wilayah hutan lindung gandang dewata Desa periangan.” Terang Kalfari kepada media ini. Kamis (19/4)

Ditemui salahseorang pria yang inisial El (56 ) yang merupakan warga Desa Periangan dan beberapa rekannya. Mengakui bahwa dirinya terlibat langsung dalam aksi ilgal itu hanya karena untuk menafkahi anggota keluarganya. Kayu yang biasa di di kelolah adalah jenis kayu merah di jual seharga Rp. 1,200.000,-/kubik dalam bentuk bantalan. Diapun menambahkan, bahwa sebelumnya mereka sempat mengurus Surat izin penebangan dari Kepala Desa setempat dengan membayar pajak ke Pemerintah Desa dan kecamatan.

” ini persoalan hidup mau tak mau harus kami lakukan. Dan saya juga pernah mengurus surat izin penebangan dari sang Kades bahkan kami sudah bayar pajak,” terang El.

Dikonfirmasi kepqda Kepada Desa Periangan Nue membenarkan hal ini bahwa didasarkan ada ilegal loging. Namun Nue membantah, jika dirinya pernah mengeluarkan surat izin penebangan kayu apalagi masuk di areal hutan lindung.

” Itu bukan kewenangan kami mengeluarkan izin penebangan dan harus berurusan dengan dinas kehutanan setempat, ” terangnya.

Terkait maraknya illegal logging di desanya, Kades mengaku dirinya mengaku telah berulang kalih memberi peringatan kepada masyarakat agar kiranya aksi ilegal loging dihentikan namun tidak ada yang indahkan.

” tindakan itu tidak di indahkan sampai-sampai kepala desa mendapat sorotan dari warga seakan menghalangi tempat pencarian nafka masyarakatnya. Bahkan lebih fatalnya lagi, karena para penyusup dari luar sudah ada yang masuk ke areal ini dengan menebang kayu tanpa ada batasan.” Harapanya.|Mk/Rlj

Please follow and like us:
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close