Hukrim

Dua Terdakwa Perkara Korupsi MP3KI, Kembali Duduk Dikursi Pesakitan

MAMASA,pojokcelebes.com | Dua terdakwa atas nama Mendeng bersama Masbudiono yang merupakan Pokja pada program Masterplan Percepatan dan Perluasan Penurunan Kemiskinan Indonesia ( MP3KI ) tahun 2014 di Desa Periangan Kecamatan Tabulahan Kabupten Mamasa. Kembali duduk dikursi pesakitan kesekian kalinya atas dugaan perkara Korupsi pembanguanan rabat beton dan platdeker yang menelan kerugian negara kurang lebih 800 juta.

Sidang yang dipimping oleh ketua majelis hakim Herianto, SH. MH didampingi dua anggota majelis Irawan Ismail,SH MH dengan Yudikasi Waruwu,SH MH. Kali ini, mengagendakan pemeriksaan saksi ahli. Nampak dua orang saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), diantaranya dari kepala bidan pemerintahan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Kabupaten Mamasa Rosi, serta Sri Rokman dari BPK-P Provinsi Sulbar,

Sejumlah pertanyaan dari majelis hakim yang mengarah kepada dua orang saksi ahli, yang berkaitan dengan pekerjaan pembuatan rabat beton yang didakwakan dinilai ada kerugian negara. Seperti ditemukannya penyaluran barang semen dari suvlayer sampai ke lokasi pekerjaan hingga harga material yang tidak sesuai. Tidak hanya itu, majelis hakim juga mempertanyakan proses lelang yang juga dinilai bermasalah.

Dikonfirmasi kepada JPU, Enggar Dian Ruhuri, SH bersama Gifran Heraldi, SH mengatakan, bahwa pekerjaan pembanguanan rabat beton pada program MP3KI tahun 2014 di Desa Periangan Kecamatan Tabulahan itu, memiliki pagu anggaran sebesar 1,6 Miliar. Namun dalam faktanya pekerjaan tidak sesuai dengan realisasi dilapangan. Padahal diketahui pencairannya sudah selesai hingga 100 persen. Diri hasil penyelidikan hingga hasil perhitungan BPK-P Provinsi Sulbar, terkait penggunaan anggaran pada pekerjaan rabat beton dan item lainnya. Diketahui ada kerugian negara berjumlah 800 juta lebih.

” Hasil perhitungan oleh BPK-P pada pekerjaan pembangunan rabat beton dan platdeker serta item lainnya, ditemukan ada kerugian negar oleh tim auditor keuangan sebesar 800 juta, dan kerugian ini lebih dari setangah pagu yang ada, ” kata Enggar kepada pojokcelebes.com saat ditemui usai sidang.

Sementara dua orang kuasa hukum terdakwa, Jeack Z. Timbonga, SH bersama Ester Sambo Paillin, SH mengaku dari sejumlah kesaksian saksi ahli yang dihadirkan tidak satupun yang memberatkan kliennya dan dia, akan terus memaksimalkan pendampingan terhadap dua kliennya itu.

” Saya kira kami kan terus memaksimalkan pendampingan terhadap perkara ini. Dari sejumlah saksi yang dihadirkan tak satupun yang memberatkan klien kami. ” pungkasnya

Sidang kembali akan dilanjutkan pekan depan di persidangan Tipikor Mamuju, dengan agenda kembali menghadirkan saksi untuk meringankan terdakwa.|Aji

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close