Hukrim

Setahun DPO, Pelaku Pembunuh Gadis Belia ‘Rina’ Asal Toboli Akhirnya Diringkus 

PARIMO, pojokcelebes.com | Kasus terbunuhnya seorang pelajar bernama Rina (18) di Desa Toboli Induk Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parigi Moutong pada pertengahan bulan November tahun 2017, akhirnya terkuak bahwa pelakunya adalah orang dekat dengan korban.

Kapolres Parimo AKBP Zulham Efendi Lubis S.IK saat konferensi pers Jumat (16/11) menyatakan, oknum pelaku pembunuhan seorang pelajar SMAN Parigi Utara di Toboli yang terjadi setahun yang lalu telah ditangkap pada Sabtu (9/11) bernama Moh. Jufri alias Jefri alias Adi alias Papa Palma yang tak lain adalah ipar korban sendiri.

Tersangka ditangkap ditempat persembunyiannya dijalan Danau Poso Luwuk Kota, Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai oleh team Buser Polres Parimo bersama dengan team Buser Poleres Banggai berdasarkan surat penangkapan nomor : SP.Kap/46/XI/2018/Reskrim tanggal 09 November 2018 serta surat daftar pencarian orang (DPO) nomor : DPO/34/XI/2017/Reskrim tanggal 24 November 2017.

Berdasarkan keterangan tersangka, bahwa tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban (Rina) karena merasa sakit hati terhadap orang tua korban yang selalu menghina korban, termasuk Rina (korban) yang sering mengadu atau menjelek-jelekan tersangka dihadapan orang tua korban.

“Karena sakit hatinya, tersangka melakukan perencanaan dengan melakukan pembunuhan terhadap Rina (korban), sehingga pada hari Rabu (15/11/2017) sekira pukul 07.30 wita tersangka menunggu korban dijalan yang sering dilalui pada saat berangkat sekolah” jelas Kapolres.

Sekolah dimaksud sambung Kapolres, berlokasi didusun 2 desa Toboli Barat Kecamatan Parigi Utara berjarak sekitar 300 meter dari Sekolah. Pada saat korban melintas dijalan tersebut, tersangka langsung mencekik leher korban dengan tangannya hingga korban lemas.

Usai mencekik korban, tersangka mengikat leher korban dengan menggunakan tali tas korban, sehingga korban meninggal dunia lalu korban diseret kedalam semak-semak dengan maksud untuk menyembunyikan jenazah korban, dan barang milik korban juga dilempar kesemak-semak.

“Setelah melakukan pembunuhan, tersangka kembali kesungai sebagai lokasi tersangka mengumpul pasir, lalu membuang baju yang digunakan kemudian pulang kerumahnya untuk mengambil pakaian, lalu melarikan diri ke Luwuk” kata AKBP Zulham E. Lubis.

Dia menambahkan, ada 20 jenis barang bukti (Babuk) diamankan. Sedangkan pasal yang dikenakan terhadap tersangka yaitu pada pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 340 KUHP Sub pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, tutup Kapolres.

| Mardin

Please follow and like us:
Tags
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker