HukrimNasional

Habiskan 1,8 Miliar, Pengadaan Perahu Sandeq di Soal

MAMUJU,pojokcelebes.com | Proyek pengadaan perahu sandeq sebanyak 20 unit dengan pagu anggaran 1,8 Miliar tahun anggaran 2018 disorot. Kuat dugaan pengadaan perahu tradisi Mandar itu, diduga ada permainan curang tentang harga pembuatan per unit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pengadaan perahu sandeq dilakukan oleh salahsatu perusahaan yang diketahui berkedudukan di Majene digadang – gadang merupakan pemenang tender proyek miliaran itu. Namun belakangan diketahui yang mengerjakan adalah salahseorang Kepala Desa ( Kades ) dengan tempat pembuatan perahu berada dibeberapa tempat. Diantaranya, bertempat di Kelurahan Rangas Majene, di Desa Pambusuang Polman serta Desa Tangnga- Tangnga Tinambung. Dan belum diketahui, berapa per unit pembuatan perahu sandeq tersebut. Namun bisa diperkirakan biaya per perahunya menelan puluhan juta rupiah.

Dikutip dari daulatrakyat.id kepada Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK) Dinas KP Sulbar Masri mengatakan, tidak tau menau berapa nilai pembuatan perahu Sandeq tersebut.

” Saya tidak tahu berapa biayanya persatu buah perahu sandeq itu,” ujar Masri.

Namun anehnya, Masri seorang PPTK pekerjaan pengadaan perahu Sandeq itu juga tidak tak tahu speksifikasi dalam gambar dan RAB. Bahkan jenis kayu yang di gunakan juga tidak tahu jenis kayu apa. Begitupula kubikasi kayu yang di habiskan dalam pembuatan satu buah perahu sandeq.

” Yang lebih tahu konsultan pengawasnya,” ujarnya enteng.

Namun, Masri hanya bisa menyebutkan panjang dan bobot serta mesin yang akan digunakan. Masri mengaku, perahu sandeq itu 12 meter dengan kapasitas 2-3 tonase dengan mesin 13 PK. Ditanya secara detail sang PPTK Masri sedikit naik pitam. Miskomunikasi membuat PPTK tersebut emosional.

Secara terpisah Ka. DKP Provinsi Sulbar Parman Parakkasi menyebutkan anggaran pembuatan perahu sandeq sekira Rp.60 jutaan perbuah. Namun menurutnya belum masuk alat sensor atau pelacak ikan, serta variasinya.

Parman juga tak tahu jenis kayu yang digunakan.

” Yang lebih tahu sebenarnya pa Sandeq alias nelayan,” kata Parman.P saat ditemui diruang kejanya jumat kemarin.

|Adjie

Please follow and like us:
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close