Hukrim

Sidang Soal Utang Pemda Mamuju, Hadirkan Dua Saksi

Saksi Akui Pernah Terima Tiga Lembar Kwitansi Kosong dari Mantan Plt Sekda Mamuju

MAMUJU,pojokcelebes.com | Sidang perkara soal pinjaman Pemda Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, yang terus bergulir dipersidangan negeri Mamuju, yang menyeret nama mantan bendahara Sekretariat Daerah ( Sekda ) Kabupaten Mamuju Gafur menjadi terdakwa. Hari ini Selasa (4/12) sidang masih agenda pemeriksaan saksi.

Jaksa penuntut Umum ( JPU ), Abdul Bahtiar SH, MH kali ini menghadirkan kembali nama saksi Idrus yang juga sebagai pegawai negeri Pemda Kabupaten Mamuju, yang sebelumnya sudah pernah dihadirkan namun saat itu saksi Idrus memberikan keterangan yang tidak sesuai dalam BAP Polisi. Namun kali ini, kesaksian Idrus berubah drastis saat dikonfrontir dengan saksi Rusdina yang merupakan korban karena uang miliknya senilai 390 juta belum kembali.

Saksi Idrus yang masih menggunakan baju dinas terlihat dicecar sejumlah pertanyaan, baik dari majelis maupun JPU dan Kuasa hukum terdakwa. Dihadapan majelis, saksi Idrus mengaku, bahwa pernah diperintahkan mantan Plt Sekda Mamuju Daud Yahya untuk pinjam uang dengan menyerahkan Tiga lembar kwitansi kosong yang sudah diparaf oleh mantan Plt Sekda. Namun kata Idrus, mengaku tidak tau menau uang yang mau dipinjam dipakai untuk apa.

“Saya tidak tau uang yang mau dipinjam untuk apa yang mulia. Tetapi memang pernah saya disuruh pak Daud untuk meminjam uang dengan tiga lembar kwitansi kosong yang disedorkan ke kami. Waktu itu terjadi di Simboro,” sebut Idrus

BACA JUGA : https://pojokcelebes.com/2018/11/23/terdakwa-gafur-sebut-keterangan-saksi-mantan-plt-sekda-mamuju-tidak-sesuai/

Idrus juga mengakui, bahwa bendahara Gafur pernah bersamanya meminjam uang milik Rusdina dengan jumlah total 390 juta rupiah dimasing – masing waktu, hari dan tempat berbeda. Lebih lanjut memgatakan, tempat ketemu dengan Ruadina didepan BRI Simboro dua kali dan menyaksikan terdakwa Gafur menjemput uang pinjaman dengan jumlah 190 juta dan lagi – lagi ditempat yang sama, Gafur kembali meminjam uang Ruadina 100 juta rupiah. Serta satu kali melihat bendahara meminjam dengan jumlah 50 juta di depan BRI pasar baru Mamuju.

” Saya melihat langsung yang mulia kerana setiap kali meminjam saya selalu mendampingi pak Gafur dengan menyerahkan kwitansi kepada ibu Rusdiana.” Kata Idrus

Meskipun Idrus tengah memberikan kesaksian yang benar, namun saksi Idrus tetap mendapat teguran dari ketua Majelis yang terus mengatakan, saksi jangan sampai memberikan keterangan tidak atau bersumpah palsu kalau tidak mau jadi tersangka.

” tolong ya saksi jangan sampai anda bersaksi palsu, kalau mau tidak jadi tersangka,” Tegas ketua Majelis.

Sidang yang dipimpin oleh ketua Majelis Herianto,SH.MH dengan dua hakim anggota Andi Adha SH serta David SH. Meminta kepada JPU agar bisa menghadirkan kembali saksi mantan Plt Daud Yahya, pihak Inspektorat Kabupaten Mamuju sebagai saksi ahli, Idrus, Rusdina, pemilik toko Damai. Pemanggilan ini dilakukan untuk dilakukan konprontir.

” pekan depan tolong panggil ya semua saksi, pak Daud, pemilik toko Damai serta pihak Inspektorat, untuk dilakukan konprontir terhadap saksi – saksi Idrus dan Rusdiana serta kepala Inspektorat.”pinta Ketua Majelis Herianto sebelum menutup persidangan.

Sementara terdakwa Gafur yang didampingi Tiga kuasa hukum Nasrun dan kawan – kawan. Setelah mendengar kesaksian Idrus, Gafur mengaku membenarkan semua keterangan saksi.

” Yang mulia, apa yang dikatakan saksi Idrus semua benar yang mulia,” singkat Gafur.

|Adjie

Please follow and like us:
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close