Advertorial

Harga Turun, Petani Sawit di Pasangkayu Hanya Bisa Gigit Jari

PASANGKAYU,pojokcelebes.com | Sejumlah petani sawit atau tandang buah segar ( TBS ) diwilayah Kabupaten Pasangkayu mengeluhkan adanya penurunan harga. Penurunan ini membuat petani hanya bisa gigit jari

Misalnya Imran salahseorang petani Sawit asal Desa Baras mengaku, hampir sebulan harga sawit mengalami penurunan. Menurutnya sangat berdampak pada perekonomian keluarganya. Imran menyebutkan, bahwa harga TBS sebelumnya masih kisaran 1000 rupiah perkilonya. Dan diketahui turun sampai 770 rupiah. Sementara kata Imran harga pembelian oleh pengumpul 400 sampain 500 rupiah perkilo nya.

” Harga sawit anjlok, dan ini benar – benar kami sangat rasakan satu bulan terakhir karena berdampak pada ekonomi kami,” tutur Imran kepada pojokcelebes.com

Masih dia, sebelum harga sawit turun. Petani masih bisa merasakan keuntungan yang cukup bahkan bisa menopang perekonomian para petani. Tetapi saat ini, petani hanya tinggal sapu dada karena merasakan efek harga rendah.

Lebih lanjut kata dia, sebelumnya hasil panen sawitnya masih bisa meraup keuntungan sampai 1 juta rupiah perton. Tapi harga saat ini turun lebih jauh yakni harga 400 ribu perton.

” Pusing pak, mau bayar utang kiri kanan sudah tidak mampu dengan harga saat ini yakni 400 ribu perton. Dan harga itu hanya bisa gigit jari,” sebut Imran.

Terkait persoalan ini, kata dia meminta kepada pemerintah provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) serta anggota DPRD, baik tingkat Kabupaten maupun provinsi untuk bisa memperjuangkan harga TBS bisa kembali normal.

” Kami menginginkan kepada pemerintah serta para DPRD, bisa melihat kondisi petani saat ini untuk bisa kembali perjuangan harga normal. Karena selama ini benar – benar gigit jari dengan kondisi harga anjlok. ” pintanya.

| Qahar

Please follow and like us:
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close