Ekonomi

Dadal Angkoro Sebut Prospek Ekonomi Sulawesi Barat 2019 Diproyeksi Membaik

MAMUJU,pojokcelebes.com | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Dadal Angkoro
menyampaikan bahwa prospek ekonomi Sulawesi Barat akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada 2019 diperkirakan meningkat hingga mencapai kisaran 6,9-7,3%. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut, Bank Indonesia menyampaikan empat rekomendasi utama. Pertama, perlu adanya peningkatan
kinerja sektor perkebunan komoditas unggulan sawit dan kakao melalui replanting tanaman tua dan peningkatan produktivitas panen. Kedua, pembangunan infrastruktur strategis terkait konektivitas dan produktivitas yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi. Ketiga, mendorong perdagangan antar wilayah melalui
pembangunan iklim usaha yang kondusif. Dan Keempat, penyediaan kemudahan investasi dalam rangka peningkatan nilai tambah. Demikian disampaikan dalam
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Sulawesi Barat 2018, hari ini (6/12), di Mamuju.
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan evaluasi kinerja ekonomi tahun 2018 serta prospek ekonomi dan
arah kebijakan Bank Indonesia tahun 2019 yang dirangkum dalam tema “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”.

Pertemuan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeny Anwar, para Bupati se-Sulawesi Barat, Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten se-Sulawesi Barat, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga/instansi vertikal. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Barat menyampaikan apresiasi atas langkah BI dalam menjaga stabilitas inflasi bersama TPID di tingkat Provinsi dan Kabupaten. Kehadiran BI yang menginjak tahun ke-4 ini telah memberikan warna baru pada pembangunan Sulawesi Barat. Rekomendasi
kebijakan yang didukung data dan analisis yang komprehensif merupakan salah satu bukti keseriusan Bank Indonesia menjadi mitra strategis bagi Pemerintah
Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa ditengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif
tersebut, Sulawesi Barat telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi dampak rambatan global dengan stabilitas yang terjaga dan momentum pertumbuhan
ekonomi yang terus berlanjut. Inflasi sepanjang tahun 2018 tetap rendah sehingga mendukung peningkatan daya beli masyarakat. Stabilitas sistem keuangan terjaga
ditopang oleh permodalan perbankan yang kuat, risiko kredit yang terkendali, meningkatnya penyaluran kredit, dan likuiditas yang cukup. Perekonomian domestik yang tetap baik ditopang kelancaran sistem pembayaran yang tetap terpelihara, baik dari sisi tunai maupun nontunai.
Kinerja positif ekonomi Provinsi Sulawesi Barat tidak terlepas dari sinergi kebijakan yang kuat oleh Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan berbagai otoritas lainnya
dalam suatu bauran kebijakan ekonomi. Dukungan dan optimisme perbankan, dunia usaha, dan investor juga sangat mendukung terciptanya kestabilan makroekonomi.
Dari sisi Bank Indonesia, Bank Indonesia selalu berupaya memberikan rekomendasi kebijakan melalui riset dan analisis kepada Kepala Daerah. Di sisi sistem pembayaran, kebijakan terus diarahkan untuk memperkuat kelancaran, keamanan dan efisiensi mekanisme pembayaran berbagai transaksi ekonomi dan keuangan.
Bank Indonesia juga terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah baik dilakukan sendiri maupun dalam koordinasi dengan lembaga terkait. Di
bidang moneter, sejumlah instrumen syariah diterbitkan seperti Sukuk Bank Indonesia (SUKBI), NCD dan CPs syariah, dan instrumen lindung nilai berbasis syariah. Bank Indonesia juga memprakarsai pengembangan core-principles dan instrumen keuangan sosial seperti Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) dan Wakaf untuk mendukung pemberdayaan ekonomi. Pengembangan rantaian ekonomi halal (halal economic chains) ditempuh melalui pemberdayaan ekonomi pesantren maupun disejumlah sektor dan komoditas seperti pariwisata, makanan, fashion, dan UMKM.

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI, Bank Indonesia memberikan apresiasi penghargaan tahun 2018 kepada 3 (tiga) stakeholder berdasarkan beberapa
kategori yaitu pemerintah daerah dengan upaya pengendalian inflasi terbaik kepada Pemerintah Kabupaten Majene, media jurnalistik dengan berita ekonomi terbaik kepada Media Cetak Sulbar Express dan bank pengelola kas titipan terbaik kepada PT BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu. Penghargaan ini diberikan sebagai suatu bentuk apresiasi atas kinerja terbaik para stakeholder Bank Indonesia, serta merefleksikan jalinan sinergi antara Bank Indonesia dan para pelaku ekonomi yang bersama-sama Pemerintah, berupaya mewujudkan stabilitas makroekonomi, serta memfasilitasi akselerasi pertumbuhan ekonomi secara sehat dan berkesinambungan.

Please follow and like us:
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close