Advertorial

Keputusan Perawat Ancam Mogok, Ini Kata Sekda Suaib

MAMUJU,pojokcelebes.com | Sekretaris Daerah (Sekda ) Kabupaten Mamuju H.Suaib, sangat menyayangkan keputusan sejumlah Perawat yang berstatus tenaga honorer daerah yang mengancam mogok kerja, setelah tuntutan yang mereka sampaikan tidak menemui kesepakatan.

“Kita sangat sayangkan keputusan mereka karena kalau langsung ingin dipaksakan menyepakati semua tuntutan tentu tidak dapat kita lakukan karena itu masih membutuhkan kajian dan duduk bersama dengan instansi terkait,”kata Suaib. Kamis (6/12)

Sebelumnya para perawat Membawa sejumlah agenda tuntutan dengan melakukan aksi damai di kantor Bupati Mamuju, usai melakukan orasi di depan kantor Bupati, 25 orang perwakilan Massa dari sejumlah Puskesmas diterima oleh sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju H.Suaib didampingi asisten tiga Tonga, Kepala Dinas Kesehatan Drg.Firmon serta Sekretaris BKDD Ridho ahmadi dan Kepala Bidang Komunukasi dan Informasi Publik Andi Rasmuddin, di ruang rapat Pimpinan.

Dalam pertemuan yang dilakukan dengan membuka ruang diskusi tersebut, sejumlah perawat menyampaikan aspirasinya, diantaranya Muh.Sukri yang mempertanyakan kebijakan pemerintah yang mengangkat tenaga kontrak meski telah ada moratorium, selanjutnya perawat yang mengaku dari puskesmas tampa padang ini menegaskan keinginan agar pemerintah daerah memberlakukan Upah Minimum Pekerja (UMR) bagi tenaga perawat.

Kalau soal Moratorium penerimaan tenaga kontrak hari ini kita bisa pastikan tidak akan ada lagi penerimaan tenaga honorer di tahun 2019, tegas Suaib. Sedangkan untuk Menjawab soal kenaikan upah sesuai dengan standar UMR mantan Kadis PU ini mengatakan hal tersebut tidak dapat langsung di sepakati karena berkaitan dengan kemampuan anggaran.

Menurut dia, tentu sangat ingin melakukan apa yang menjadi harapan perawat, namun tentu harus difikirkan pula kemampuan untuk melakukan itu. Dijelaskan APBD Mamuju yang hanya berkisar 1,1 triliun telah dialokasi kesejumlah sektor pembangunan diantaranya alokasi Dana Desa dialokasikan 10 persen dari total anggaran, sektor pendidikan 20 persen, infrastruktur 25 persen dan membenahi sektor kesehatan dialokasikan dana 10 persen, sehingga yang terjadi hanya sekitar 35 persen dari total APBD yang dapat di alokasi untuk kebutuhan lain termasuk upah para tenaga kontrak daerah di semua instrument, baik kesehatan tenaga guru maupun tenaga teknis lainnya, ini tentu tidak akan cukup olehnya kita berharap semua dapat bersabar apalagi pemerintah tengah mempersiapkan desain baru lewat PP 49 tentang pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

” Jadi kita berharap ini akan menjadi kesempatan bagi tenaga kontrak untuk mendapat status yang lebih baik, dan para tenaga kontrak silahkan mendaftar diri kalau sudah diberlakukan, karena gaji PPPK ini tentu akan lebih baik dan sama dengan pegawai negeri yang membedakan hanya tunjangan pensiunnya, pungkas Suaib

|Adjie

Please follow and like us:
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close