Nasional

Terdakwa Korupsi PKBM Manding Dituntut Empat Tahun Penjara

MAMUJU,pojokcelebes.com | Terdakwa Korupsi dana Pusat kegiatan Belajar mengajar ( PKBM ) tahun 2013 di Manding Kabupaten Polman, inisial MS akhir dituntut Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) dipengadilan negeri (PN) Tipikor Mamuju. Rabu (5/12)

Dalam tuntutan JPU yang di kordinatori Kasipidus Polman Fadly A.Safaa SH MH menyebutkan tuntutan terdakwa 4 tahun denda Denda sebesar 50jt subsidiair 6 bulan penjara dan uang pengganti 270.250.000 subsidiair 1 tahun dan 6 bulan penjara.

” Sidang perkara Korupsi persidangan tidak dihadiri terdakwa ( In Absensi ). Korupsi dana Pusat kegiatan Belajar mengajar ( PKBM ) tahun 2013 di Manding Kabupaten Polman, yang menyeret ketua pengelola PKBM Arrahmat Kelurahan Manding Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ) inisial MS, dituntut 4 tahun penjara,”kata Fadly kepada pojokcelebes.com dipengadilan Tipikor Mamuju.

Seperti sebelumnya, belasan pegawai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Polman serta sejumlah honor lainya, antri duduk dikursi pesakitan menjawab pertanyaan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ). Dalam agenda sidang pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU.

Masih Kasipidus Polman Fadly A.Safaa SH MH mengatakan, sejak awal penyidikan Kejaksaan, terdakwa kasus Korupsi PKBM di Manding. Diketahui tersangka berhasil kabur hingga berkas perkaranya P21. Sehingga kata dia, atas itu terdakwa langsung ditetapkan DPO oleh Kejaksaan Negeri Polman.

” Kami sudah melakukan pemaggilan secara resmi, baik ditujukan kepada keluarganya, namun tidak juga kunjung datang sehingga terdakwa ini masuk dalam daftar DPO kejaksaan,” kata Fadly saat ditemui pojokcelebes.com dipersidangan kemarin.

Fadly mengungkapkan, bahwa awal perkara Korupsi PKBM terkuak ditengarai adanya bantuan dari pusat senilai 5 Miliar untuk pendidikan non formal. Dana Miliar tersebut mengalir ke sejumlah pengelola PKBM yang ada di Kabupaten Polman. Derasnya aliran dana kesetiap PKBM, membuat dua pengelola PKBM terjerembab dalam pusaran Korupsi dana pengelolaan PKBM. Seperti pengelola PKBM Arrahmat yang berada di Kelurahan Manding, yang mengelola anggaran dengan jumlah 424 juta lebih. Namun ketua PKBM Arrahmat, terdakwa MS lancang berbuat curang dengan membuat laporan fiktif kegiatan sehingga ditemukan kerugian negara dengan jumlah 270 juta lebih.

” terdakwa membuat laporan fiktif seolah – olah ada kegiatan proses belajar mengajar namun ternyata tidak ada. Dan parahnya lagi, semuanya anggaran dikelola langsung oleh ketuanya. Hingga dana PKBM tersebut mengalami kerugian 270 juta lebih,” ungkap Fadly.

Sidang yang diketuai oleh majelis Hakim Heriyanto, SH MH dan didampingi dua hakim anggota Irwan Ismail SH.MH. dipastikan sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan ahli.

|Adjie

Please follow and like us:
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close