Politik

Massa PMII Polman, Minta KPU dengan BAWASLU Jaga Integritas

POLMAN,pojokcelebes.com | Puluhan massa massa yang mengatas namakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Polman. Jumat (8/2) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar (Polman ). Massa aksi mendesak kepada KPUD Polman untuk menjaga integritas dan tetap bersikap netral dan independen pada pelaksanaan Pemilu 2019. Aksi damai PMII Polman mengangkat tema “Sukseskan Pemilu 17 April 2019, Tolak Hoax dan Politik Uang”

Koordinator Lapangan Neng Ayhu dalam orasinya mengatakan, Pemilihan Umum (Pemilu) adalah sarana kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin dan wakil rakyat yang akan duduk disinggasana. Sebuah jabatan yang bukan hanya prestisius untuk diperebutkan melalui pelaksanaan dan hasil pemilu, tetapi sebuah amanah dimana para pemimpin dan wakil rakyat dalam mencapai tujuan bernegara, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, sebagai sebuah Negara yang berdaulat serta berlandaskan hukum, tentunya proses pelaksanaan Pemilu yang puncaknya pada tanggal 17 April 2019.

“Ini merupakan titik tolak bagi bangsa kita dalam memilih dan menghadirkan pemimpin dan wakil rakyat kita selama 5 tahun mendatang,”katanya.

Tetapi, melihat fenomena selama masa tahapan Pemilu dan proses-proses penyelenggaraan pemilu, masih terdapat proses yang harus terus menerus menjadi terus menjadi bahan evaluasi kita sebagai element bangsa, dimana terkadang kontestasi pemilu yang seharusnya menjadi sarana bagi rakyat dalam kegembiraan memilih pemimpin dan wakil rakyatnya berubah menjadi kontesasi perebutan kekuasaan tanpa nilai-nilai dan etika berdemokrasi. lni bisa dilihat dari beberapa kali pemilu dimana rakyat senantiasa disuguhi pertarungan opini yang tidak mencerdaskan, sehingga yang terjadi bukanlah pencerdasan politik tetapi sebaliknya menjadi pertarungan ”gladiator” politik menang-kalah dengan segala cara, baik dengan isu menyesatkan (Hoax), Fitnah, Suku Ras Agama dan Antar Golongan (SARA), intimidasi dan tentunya Money Politic (Politik Uang).

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut beberapa poin diantaranya, menghimbau masyarakat Polman agar bersama-sama mensukseskan Pemilu 2019 yang Damai dan Berkualitas tanpa Money Politic, Hoax, Ujaran Kebencian (Hate Speech), Fitnah, Intimidasi dan SARA, serta tidak Golput dalam Pemilu 2019.

Mendesak kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabdpaten Polewali Mandar, agar bersikap Independen dan Netral serta Transparan dalam menyelenggarakan Pemilu Tahun 2019.

Mendesak kepada Pemerintah, dalam hal ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bersikap netral dalam Pemilu dan tidak terseret arus Politik Praktis dalam Pemilu 2019.

Massa kemudian mendesak kepada ketua KPUD Polman untuk menemuinya. Ketua KPU Kabupaten Polman, Rudianto, dalam tanggapannya mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh para mahasiswa terkait pemilu 2019. Untuk mensukseskan Pemilu 2019 yang damai dan berkualitas tanpa politik uang , Hoax, ujaran kebencian, Fitnah, untimidasi dan SARA, serta tidak Golput dalam Pemilu 2019 adalah harga mati sebagai penyelenggara

“Kami juga telah menandatangani fakta pernyataan serta sepakat untuk mensukseskan pemilu 2019 tanpa Hoax dan politik uang,”jelasnya.

Usai menggelar orasi di kantor KPUD Polman, massa kemudian bergerak menuju kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di jalan Haji Andi Depu, Kelurahan Takatidung.

Tiba di kantor Bawaslu, massa kemudian berorasi di depan kantor. Salama orasinya, massa meminta kepada pihak penyelenggara pemilu (Bawaslu) agar melakukan pengawasan terhadap segala potensi dan pelanggaran pelanggaran yang terjadi baik dilakukan oleh penyelenggara pemilu (KPU, PPK, PPS, KPPS) maupun kontestan atau peserta Pemilu (Parpol dan Calon Legislator).

Massa kemudian ditemui oleh Usman, S.Ag, salah satu Komisioner Bawaslu Polman Divisi Hukum, Data dan Informasi.

Usman mengatakan, Bawaslu Polman sudah berkomitmen untuk mengawal pemilu 2019 menolak hoax, politik uang dan SARA agar pemilu ini dapat berjalan dengan baik.

“Jauh hari sebelumnya Bawaslu Polman sudah menyatakan dengan tegas menolak hoax, politik uang dan SARA,”jelas Usman dihadapan mahasiswa.

Pihak Bawaslu akan tetap menjaga integritas dalam pelaksanakan pemilu. Kami ingin selalu dikawal dan didukung untuk selalu menegakan aturan-aturan yang menyangkut pelanggaran-pelanggaran pemilu

Usai menggelar orasi, sekitar pukul. 11.00 Wita, aksi unjuk rasa damai PMII Polman berkahir. Mass kemudian membubarkan diri dengan aman, tertib dan lancar.

|Nto

Please follow and like us:
Tags
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close