Hukrim

Terdakwa Pencabulan Dituntut Tujuh Tahun Penjara, Dinilai Tidak Adil

MAMUJU,pojokcelebes.com | Oknum ASN dari Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) berinisial ARS, akhirnya dituntut 7 tahun kurungan badan subsidier 3 bulan, karena terbukti melakukan kesalahan dengan melakukan pencabulan anak dibawa umur yang tidak lain adalah anak tirinya.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ) Yusnita SH. Sangat jelas terlihat terdakwa yang duduk dikursi pesakitan tunduk dan pasrah atas tuntutan tersebut.

Ditemui usai persidangan dalam bilik tahanan, terdakwa ARS kepada pojokcelebes.com mengakui, bahwa tuntutan 7 tahun subsidier 3 bulan oleh JPU dinilai sangat tidak adil. Karena kata dia, selama dalam persidangan, saksi korban yang tak lain anak tirinya tidak pernah mengakui bahwa dirinya pernah mendapat perlakuan tidak senonoh seperti yang dituduhkan.

” JPU tidak memperhatikan fakta -fakta persidangan. Dua kali dihadirkan korban didepan majelis, korban yang tak lain anakku tidak pernah mengakui bahwa dia pernah mendapat perlakuan pencabulan dari saya. Makanya ini tidak adil menurut saya,” kata terdakwa.

Terdakwa ARS yang setia didampingi istri dan anaknya setiap persidangan. Atas tuntutan JPU itu yang dinilai tidak adil itu, kata dia, bersama dengan pengacaranya akan melakukan pembelaan.

” Nanti saya lihat, bagaimana pengacara saya yang pastinya tuntutan itu tidak adil terhadap saya, karena demi Allah saya tidak pernah melakukan seperti yang Dituduh kan itu,” terangnya

Sidang diketuai oleh Heriyanto SH MH dengan dua wakil majelis Dewa Gede Rai Agung Prayajana SH.MH dengan Harwansah, SH MH. Dan sidang kembali akan digelar dengan agenda pembelaan atas tuntutan JPU.

|Adji

Please follow and like us:
Tags
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close