Hukrim

Dua Warga Karossa Menjadi Korban Penipuan Ratusan Juta Rupiah, Ini Modus Pelaku

MAMUJU,pojokcelebes.com | Dua orang petani asal Desa Karossa Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, menjadi korban penipuan oleh salahseorang pelaku berinisial SK. Keduanya hingga saat ini gigit jari, karena ratusan uang di tabungan pribadinya ludes terkuras.

Dari penelusuran pojokcelebes.com. Korban yang bernama Lebu mengaku mengalami kerugian 330 Juta rupiah, karena diiming – iming dengan berbagai modus diantaranya, undian berhadiah, pendaftaran haji murah, arisan serta ancaman catut nama Kapolsek dengan meminta uang. Sedangkan korban atas nama Bahara mengaku ditipu dengan janji proyek senilai 70 juta rupiah.

Lebu salahseorang petani Jagung asal Dusun Durikumba menjadi saksi korban kepada pojokcelebes.com menceritakan kronologis hingga uangnya keluar dari rekening pribadinya hingga mencapai 330 juta rupiah. Awalnya, pelaku SK menawarkan undian berhadiah mobil kepada anaknya, untuk bisa mendapatkan undian itu Kata Lebu, pelaku harus membuka rekening atas nama pelaku dengan modal awal dalam rekening 100 juta rupiah.

” saya disuruh buka rekening BRI Britama melalui anak saya tapi atas nama pelaku SK. Waktu itu, Saya kasi tunai pelaku dengan jumlah 70 juta rupiah. Karena modal untuk mendapatkan undian harus modal 100 juta, sehingga saya tambah lagi 60 juta sehingga saya sudah kasi pelaku 130 juta rupiah dengan bukti kwitansi. ” kata korban Lebu.

BACA JUGA : https://pojokcelebes.com/2019/03/04/namanya-dicatut-kapolsek-budong-budong-akan-ambil-langkah-hukum/

Tidak berhenti disitu, pelaku yang sudah menguasai uang korban 130 juta dengan iming – iming undian berhadiah agar korban bisa dapat mobil. Pelaku kembali melanjutkan modus nakalanya dengan menawarkan haji murah kepada korban. Pelaku meminta uang dengan mudanya kepada korban dengan jumlah 70 juta pake dua orang.

” saya ditawarkan lagi untuk pendaftaran haji murah. Karena dengan rayuannya meyakinkan, saya harus menyerahkan uang lagi sebanyak 70 juta untuk dua orang. Dan waktu itu saya kasi tunai pak melalaui anak saya. Dan sampai saat ini tidak jelas,” ungkapnya

Masih cerita perbuatan nakal pelaku oleh korban Lebu, kepada media ini juga menjelaskan bahwa anaknya bernama Asmawati Mutmaiinna juga menjadi korban penipuan nakal pelaku SK. Dimana arisan miliknya juga berhasil disikat habis oleh pelaku dengan jumlah total 40 juta selama dua putaran. Masih pengakuan korban, setelah berhasil mengamankan uang arisan itu. Cerita korban, pelaku juga berhasil menguasai rekening dan ATM milik anaknya dan kuat dugaan isi ATM korban habis tanpa sisa.

” Bayangkan pak, arisan anak saya tidak pelaku tidak serahkan padahal sudah selesai. Uang arisan itu berjumlah 40 juta selama dua putaran. Dan anak saya kerja Empat tahun menjadi karyawan Pertamina di Karossa. Selama itu juga, rekening dan ATM anak saya dikuasai,” ujar Lebu

Masih Lebu, pelaku yang begitu mudanya meminta uang dengan berbagai modus kepada korban. Pelaku kembali melancarkan tipuannya yang kembali sasarannya adalah anak korban yang saat itu masih menjadi karyawan Pertamina Karossa. Korban Lebu mengungkapan, pelaku SK yang hanya bermodalkan handphone. Korban yang taklain anak Lebu mendapat teror SMS dari pelaku SK dengan mengatas namakan Kapolsek Karossa. Dengan nada ancaman, pelaku ujung- ujungnya minta uang senilai 50 juta rupiah. Dalam bunyi SMS itu, menegaskan kepada korban agar membayar uang tunai 50 juta kalau tidak mau dilaporkan di Polisi dengan alasan menggelapkan uang Pertamina

” Anak saya dituduh menggelapkan uang pertamina. Makanya kalau tidak dipenuhi dia akan laporkan ke Polisi. Dan ancaman itu berhasil dan pelaku SK kembali dapat uang sebanyak yang dia minta 50 juta dari kami, ” ungkapnya

Tidak berhenti di korban Lebu. Rupanya pelaku masih leluasa menjalankan aksi jurus tipuan nakalanya dengan modus janji palsu. Tidak jauh dari rumah pelaku, seorang ibu janda satu anak yang juga petani sawit atas nama Bahara, mengaku korban dari pelaku SK dengan jurus tipuan menjanjikan proyek. Dengan modal 70 juta saja akan bisa dapat proyek. Selain itu kata Bahara, mengaku kemanakanny juga menjadi korban tipuan SK sebanyak 11 juta dengan modus bunga uang berlipat ganda.

” Uang saya diambil secara berangsur hingga mencapai 70 juta rupiah ditambah uang kemanakan saya pak 11 juta. Pelaku menjanjikan proyek katanya dan uang berbunga berlipat ganda. Sebelum pelaku melarikan diri, suami pelaku sempat menyicil uang pinjaman istrinya dan sisa uang saya masih 56 juta lagi sama pelaku,” urai Bahara.

Dari keterangan kedua korban, bahwa masih ada beberapa korban yang tak lain anggota arisan belum dibayarkan oleh pelaku SK dengan jumlah bervariasi 4 sampai 5 juta per anggota.

Atas tindakan nakal pelaku SK yang merugikan korban hingga mencapai ratusannjuta rupiah. Kedua korban sudah pernah membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dan sampai saat ini belum menuai hasil.

Dan kedua korban mengaku, pelaku yang hanya sendiri menjalankan aksinya nakalanya, harus segera ditangkap oleh Polisi. Karena korban banyak dengan modus penipuan yang bermacam – macam.

” Sekarang pelaku melarikan diri, dan Polisi harus menangkap biar tidak banyak korban,” pinta Lebu.

Sementara Kapolsek Karossa Ipda Mukhtar Muhdi mengatakan, bahwa kasus ini sudah ditangani Polda Sulbar dan kini bergulir di meja penyidik Polda Sulbar

” Dilapor di polda kayaknya itu pak,” singkat padat dan jelas Kapolsek Karossa.

|Adji

Please follow and like us:
Tags
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker