Hukrim

Rabu, 8 Mei 2019 - 16:50 WIB

4 bulan yang lalu

logo

SIDANG - Direktur CV Adiperkasa, Makmur diperiksa sebagai saksi dalam sidang Korupsi APK di Pengadilan Tipikor.

SIDANG - Direktur CV Adiperkasa, Makmur diperiksa sebagai saksi dalam sidang Korupsi APK di Pengadilan Tipikor.

Direktur CV.Adiperkasa Akui Kembalikan Dana Kerugian Negara 700 Juta

MAMUJU,pojokcelebes.com | Direktur CV. Adiperkasa, Makmur alias daeng Makmur. Rabu (8/5). Akhirnya bisa dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) untuk diperiksa sebagai saksi dalam lanjutan sidang Korupsi alat peraga kampanye ( APK ) KPU Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tahun 2016.

Dalam sidang pemeriksaan saksi di pengadilan Tipikor Mamuju. Saksi Makmur dicacar sejumlah pertanyaan oleh Majelis hakim, JPU Andri Yuliani SH,MH serta kuasa hukum terdakwa, Nasrun SH dengan Dedi SH.

Dalam kesaksian Makmur, dihadapan majelis hakim mengaku bahwa sebelumnya HPS yang ditawarkan sejumlah 9 Miliar lebih. Dan untuk bisa mendapatkan proyek APK itu perusahaannya harus memenuhi kriteria yakni memiliki mesin cetak dan memiliki sejumkah bahan baku.

Selain itu Kata dia, dihadapan majelis saksi juga membeberkan besaran harga APK seperti selebaran, poster, baliho dengan spanduk.

Terkait itu kata dia, atas adanya desakan penyidik Tipikor atas temuan BPK senilai 2,4 Miliar. Akhirnya dihadapan majelis Saksi mengaku mengembalikan separuh anggaran ke kas negara sebentar 700 juta rupiah.

” Karena tidak mau berbenturan dengan hukum dan desakan dari penyidik untuk mengembalikan dengan alasan temuan BPK. Akhirnya kami kembalikan dana sebesar 700 juta rupiah.” Sebutnya

Sementara kuasa hukum terdakwa Nasrun SH mengaku keterangan saksi di persidangan mengaku sangat meringankan kliennya. Namun keterangan saksi juga ada lucunya. Selain saksi mengaku tidak mengenal terdakwa, juga saksi mengaku dengan tegas mengembalikan sebagain kerugian negara sebesar 700 juta dengan alasan takut berbenturan hukum. Sementara terdakwa yang menjadi Kliennya, kata Nasrun diseret menjadi tersangka.

” Pengakuan saksi kan kita dengar tadi tidak mengenal terdakwa dan sudah mengembalikan sebagian kerugian negara. Namun kenapa klien kami yang menjadi tersangka, kan lucu,” singkat Nasrun.

Sidang Korupsi APK yang menyeret nama mantan Sekretaris KPU Abdul Rahman duduk di kursi pesakitan. Dipimpin langsung ketua majelis Hakim Andi Adha,SH dan dua wakil majelis Irawan Ismail,SH,MH serta Yudikasi Waruwu,SH,MH. Sidang kembali akan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan maaih pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 3868 kali

Baca Lainnya