Advetorial

Angka Kasus Stunting di Kab. Mamuju Terbilang Tinggi, Kesmas Lakukan ini

MAMUJU,pojokcelebes.com | Kurangnya kesadaran masyarakat khususnya kaum ibu – Ibu baik yang hamil maupun yang sudah menyusui. Membuat kasus stunting atau kelainan kesehatan pada anak Balita di Wilayah Kabupaten Mamuju jumlahnya terbilang tinggi.

Dari data yang diambil di bidang Kesehatan Masayarakat ( Kesmas ) Dinas Kesehatan Mamuju. Bahwa jumlah kasus stunting ditemukan tahun 2018 jumlahnya cukup banyak yakni 1.086 orang yang tersebar di 20 desa. Sementara untuk tahun 2019 kasus stanting ditemukan berjumlah 606 yang tersebar di 16 desa.

” Kasus stunting yang ditemukan petugas kesehatan disejumlah Puskesmas jumlahnya sangat banyak. ” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Mamuju dr Firmon kepada pojokcelebes.com 10 April 2019

Lanjut Firmon mencatat penyebab utama Balita menderita “stunting” di Kabupaten Mamuju karena faktor pendidikan dan ekonomi lemah.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang asupan gizi yang tepat untuk ibu hamil dan bayi berusia seribu hari pertama kehidupan ( HPK ),”paparnya

” Selain itu, kemiskinan telah menyulitkan mereka dalam menyediakan makanan bergizi setiap hari kepada anak-anaknya,” lanjut Firmon.

Mantan Inspektur Inspektorat itu mengatakan, menjelaskan stunting merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kognitif seseorang sehingga berdampak terhadap tingkat kecerdasan dan produktifitasnya di masa mendatang.

“Sebab sel otak anak penderita `stunting` sangat dipengaruhi kecerdasan. Untuk itu, masyarakat perlu mengatisipasi kasus ini,” katanya.

Ia menyarankan agar ibu hamil selalu menjaga asupan energi dan protein pada janin. Selain itu, penanganan selama hari pertama kehidupan ( HPK ) Balita sangat berpengaruh dalam mengantisipasi “stunting”, salah satunya dengan pemberian ASI selama dua tahun.

Sementara itu, Kasi Kesga dan Gizi. Rafaela Tandi Panggil S.ST menyebutkan, kasus stunting di Kabupaten Mamuju terbilang cukup tinggi. Pihak Dinkes Mamuju telah melakukan upaya sosialisasi serta pemberian makanan tambahan lokal dan pabrikan, pemberian obat tambah darah, pendidikan gizi disejumlah locusx stunting serta kerja sama dengan penggerak PKK.

” Kami sudah jalankan program 1000 HPK. Hal ini kami lakukan untuk menurunkan angka stunting di Wilayah Kabupaten Mamuju,” pungkas Rafaela.

| Adji

Please follow and like us:
Tags
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker