Advetorial

Satpol PP dan Disperindag Majene Akan Gelar Razia Tabung Gas 3Kg

Cegah PNS dan Pengusaha Gunakan Tabung 3Kg

MAJENE,pojokcelebes.com | Terkait adanya kelangkaan tabung gas Elpiji 3Kg di wilayah Kabupaten Majene khususnya dalam kota Majene. Plt Kasat Trantib Satpol PP Pemda Majene Zainal Arifin Fachry menegaskan, bersama dengan Disperindag Majene dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan penertiban terhadap penggunaan gas 3 Kg khsusnya bagi pejabat / PNS dilingkugan Pemda Majene serta usaha rumah makan, kafe, hotel, dan lain sebagainya.

Hal ini dilakukan kata dia, kelangkaan gas melon di Majene ini diduga penyalurannya yang tidak tepat sasaran. Berdasarkan dengan Pergub untuk penertiban penggunaan gas 3 Kg tersebut.

“Kita di kota Majene ini juga akan melakukan penertiban terhadap penggunaan gas 3 Kg seperti yang dilakukan di daerah lain . Hanya saja saya belum kantongi surat peritah dari pak bupati ,” ujar Zainal saat ditemui pojokcelebes.com belum lama ini.

“Memang kita merencanakan akan melakukan penertiban penggunaan gas 3 Kg di majene, baik di rumah – rumah pejabat dan pegawai PNS, rumah makan, hotel dan tempat lainnya. Jadi jangan sampai gas 3 Kg itu digunakan untuk keperluan rumah makan dan hotel,” tegasnya.

Kata Zainal, pihaknya meminta kepada seluruh pejabat PNS serta rumah makan, hotel dan kafe di Majene untuk mengimbau supaya tidak menggunakan gas 3 Kg yang diperuntukan bagi rakyat miskin. hanya saja saat ini, tabung gas non subsidi masih langkah seperti tabung gas 5 Kg untuk dilakukan penukaran

” bagi PNS atau pejabat serta pengusaha kalau bisa pergunakanlah gas elpiji yang tidak bersubsidi seperti tabung gas berwarna ping ukuran 5 Kg masih langka. Dan ini yang harus diperhatikan pemerintah untuk memperbanyak tabung 5 Kg agar mempermuda penukaran bagi pejabat PNS. ,” tegasnya.

Berkaitan dengan sanksi apa yang akan dikenakan jika terdapat ada pebata dan PNS serta hotel dan rumah makan masih menggunakan gas 3 Kg pada penertiban nanti, ia menegaskan tentu ada sanksi yang tegas.

“Tapi kita terlebih dahulu memberikan peringatan. Kalau nanti ada yang ketangkap, kita akan ingatkan sebanyak tiga kali pada saat penertiban nanti. Kalau sudah diingatkan tiga kali masih membandel, kita akan melakukan penyitaan terhadap gas elpiji itu sebagai barang bukti,” bebernya.

Namun kalau juga masih membandel, terpaksa akan dilakukan tindakan lebih tegas lagi. “Bisa saja di police line dengan melakukan koordinasi dengan pihak perizinan, apakah SIUPnya bisa dicabut atau sebagainya,” terangnya.

Hal yang sama juga akan dilakukan pada pihak yang melakukan penimbunan terhadap gas 3 Kg. Jika ada informasi masyarakat yang mengetahui adanya indikasi penimbunan gas elpiji 3 Kg, akan dilakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila terbukti ada penimbunan yang dilakukan oleh pangkalan, agen atau pengecer,” pungkas Zainal

|Adji

Please follow and like us:
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker