Advertorial

Jumat, 10 Mei 2019 - 00:26 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Masuk Perencanaan dan Pembangunan Jalan Prov. Sulbar 2020. Bidang Bina Marga Lakukan Survei

MAMUJU,pojokcelebes.com | Infrastruktur jalan sebagai salah satu prasarana pendukung transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat umum. Jalan juga sebagai bagian sistem transportasi yang mempunyai peranan penting dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan di suatu wilayah.

Berdasarkan status administrasi wilayah, Jalan Provinsi adalah Jalan kolektor dalam sistem jaringan primer yang menghubungkan ibukota Provinsi dengan ibukota kabupaten / kota, atau antar ibukota kabupaten / kota, dan jalan strategis Provinsi. Seiring dengan penambahan dan pelebaran ruas jalan yang dilaksanakan setiap tahun, terdapat perubahan kondisi jalan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Untuk mengetahui informasi terkini ketersediaan jalan provinsi, Dinas PU Provinsi Sulbar melalui Bidang Bina Marga telah melaksanakan updating data kondisi jalan pada awal Mei 2019 dengan cara melakukan survei kondisi jalan di ruas Tikke-Batas Sulteng (9,50 KM) Kabupaten Pasangkayu), ruas Salutambung-Urekang (36,46 KM) dan di ruas Lampa (Mapilli)-Matangnga (45,68 KM) Kabupaten Polewali Mandar.

Menurut Riri Gosse Koordinator Survei Kondisi Jalan, tujuan melakukan updating data jalan provinsi Sulbar tahun 2019 ini antara lain adalah untuk mengelompokkan jalan provinsi berdasarkan kondisi baik, rusak ringan, sedang atau rusak berat.

” Survei ini juga dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya drainase, plat deucker atau jembatan penghubung maupun bangunan pelengkap di lokasi jalan yang disurvei.” Kata Riri kepada pojokcelebes.com, belum lama ini.

Sementara ketua Tim survei kondisi jalan di ruas Tikke-Batas Sulteng, Dewi Sartika menjelaskan bahwa pelaksanaan survei dibagi dalam Tiga tim diantaranya, tim survei Lampa – Matangnga, Salutambung – Urekang dan Tikke – Batas Sulteng di Kabupaten Pasangkayu. Menurut Indirawati Plh Kepala Seksi Pembangunan Jalan, medan yang terberat dalam melaksanakan survei ini adalah di ruas Salutambung-Urekang.

” Cuaca yang ekstrim (hujan deras) menyebakan kami sulit melakukan pengukuran di lokasi tersebut. Beruntung kami dilengkapi dengan peralatan yang baik dan perlengkapan pekerja ronstruksi seperti rompi, jas hujan dan helm pada saat melakukan survei sehingga tim survei Salutambung – Urekang mampu melaksanakan survei kondisi yang semula panjangnya 36,46 KM bertambah menjadi 40,60 KM.,” ujarnya.

Senada dengan Ketua Tim survei Lampa – Matangnga, yang disampaikan oleh Andi Hartini Mappatoba mengaku, hujan deras menyambut pada saat memulai survei sehingga hanya mampu melakukan pengukuran dihari pertama sampai di STA 8 + 9,00 atau dikilometer 8,90.

Sementara, Andy Sundra Kepala Seksi Perencanaan dan Pengawasan Teknis menambahkan bahwa hasil survei kondisi ini menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan perencanaan dan pembangunan jalan di Provinsi Sulawesi Barat untuk tahun 2020. | Tim

Artikel ini telah dibaca 1917 kali

Baca Lainnya