Hukrim

Rabu, 15 Mei 2019 - 23:27 WIB

2 bulan yang lalu

logo

SIDANG - Saksi ahli dari BPK-P memberikan keterangan dipersidangan Tipikor APK.

SIDANG - Saksi ahli dari BPK-P memberikan keterangan dipersidangan Tipikor APK.

Terungkap Fakta Disidang Tipikor APK, Disebut Ada Hubungan Istimewa

MAMUJU,pojokcelebes.com | Sidang Korupsi Alat Peraga Kampanye ( APK ) milik KPU Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) yang memaksa mantan Sekretaris KPU Provinsi Sulbar, Abdul Rahman duduk di kursi pesakitan. Rabu sore (15/5) kembali digelar di Pengadilan Tipokor Mamuju .

Hari ini, agenda sidang masih seputar pemeriksan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Andri Yuliani, SH,MH. Kali ini, diketahui Dua orang saksi yang harus dihadirkan namun yang hadir hanya satu orang yakni saksi ahli dari BPK-P Provinsi Sulbar atas nama Alam Ashari.

Dihadapan majelis hakim saksi ahli Alam Ashari memberikan keterangan singkat tentang keahliannya sebagai BPK-P. Seperti kata dia, penetapan nilai HPS tidak berdasarkan survey harga pasar. Selain itu kata dia, bahwa pihak BPK-P melakukan penghitungan keuangan negara, pihaknya juga melakukan investigasi dengan memintai keterangan terdakwa Abdul Rahman, Sidik, Rusli dan pihak rekanan. Namun dia mengaku sebelum lelang kata dia, ada hubungan istimewa antara Rusli, Sidik dan rekanan.

” Penetapan HPS itu tidak berdasar dengan ada hubungan harmonis terhadap survey harga pasar. dan sebelum terjadi pelelangan, ada hubungan istimewa dengan Sidik, Rusli dan pihak rekanan, ” kata Alam dihadapam Majelis.

Sementara kuasa hukum terdawa Dedi, SH mengakau bahwa keterangan saksi ahli kali ini sangat meringankan kliennya. Namun kata Dedi, ada keterangan saksi ahli yang perlu digaris bawahi tentang adanya hubungan istimewa antara Sidik, Rusli dengan pihak rekanan. Dari keterangan saksi ahli yang kembali ditanya oleh kuasa hukum tentang ada hubungan istimewa itu. Tetapi saksi mengakui tentang adanya hubungan istimewa tidak pada kliennya.

“Keterangan saksi ahli sangat – sangat meringankan klien kami. Saksi ahli mengaku ada hubungan istimewa antara Sidik Rusli dengan rekanan, sebelum dilakukan lelang. Makanya saya kejar dan balik bertanya kepada saksi ahli, hubungan istimewa yang gimana?. Apakah ada hubungan istimewa juga dengan terdakwa?. Tetapi saksi mengakui, hubungan istimewa dengan klien kami terhadap mereka tidak ada, ” tutur Dedi saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Tipikor Mamuju.

Sidang yang di pimpin hakim Tipikor Andi Adha, SH dengan dua hakim anggota Irwan Ismail, SH, MH dan Yudi K. Waruwu, SH,MH. Sidang kembali di gelar pekan depan dengan agenda masih seputaran pemeriksaan saksi yang kemabli di hadirkan JPU.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya