Nasional

Senin, 10 Juni 2019 - 20:07 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Di Parimo Tercatat 16 Kasus Terdampak HIV, Terbanyak Kaum Pria

PARIMO, pojokcelebes.com | Data Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Parigi Moutong merilis bahwa warga Parimo yang terserang kasus HIV tercatat 16 kasus, dan sebagai kasus terbaru di tahun 2019 yang tersebar disejumlah kecamatan, sedangkan yang terbanyak terdampak pada kaum pria.

“Penyebarannya merata dan yang trennya adalah warga Parimo yang bekerja di luar daerah, seperti contoh kasus dari Kota Palu. Sedangkan yang kaum hawa ditemukan saat melahirkan di RS Anuntaloko Parigi” ujar Devi sebagai pengelola program KPA Kabupaten Parimo.

Perlu dicatat, KPA Parigi Moutong tahun 2019 ini dalam rangka penemuan kasus lebih dini kata Devi, sudah melakukan perekrutan penjangkau. Dan hasil dari penjangkauan yang dilakukan, tercatat sudah ada sekitar 1600 orang yang di periksa HIV nya.

“Selain trend kasus ini banyak dari luar, tercatat di Parigi Moutong karena deteksi dini yang digagas, semua ibu hamil trismester awal langsung periksa HIV. Itu sebabnya banyak ibu hamil yang terjaring positif HIV” terangnya.

Dia menambahkan, karna terbukti stigma dan diskriminasi masyarakat akan penyakit ini masih tinggi, oleh karenanya tahun ini dinas PMD telah menggagas pembentukan warga peduli Narkoba dan aids atau WAPENA pada 15 kecamatan. Hal ini untuk mendorong masyarakat agar lebih paham tentang penanggulangaan narkoba dan hiv secara komprehensif.

“Kami lebih menekankan pada memberi pengertian bagaimana cara penularan dan pengobatannya. Hanya saja ini belum diagendakan saat ini, nanti pada triwulan 3 dilaksanakan. Namun bagi RS Anuntaloko Parigi belum lama ini telah menolong ibu melahirkan yang terkena HIV dengan selamat. Dan ini prestasi luar biasa ujar Devi.

Sementara, Kadis Kesehatan Parimo, dr Revi JN Tilaar selaku Wakil Ketua 1 komisi penanggulangan aids di Parimo belum lama ini berharap agar seluruh perawat tidak boleh takut dalam menangani pasien penderita penyakit HIV/Aids. Ketakutan itu dikarenakan atas minimnya pengetahuan dalam penanganan HIV oleh perawat itu sendiri.

Menurut penelitian terbaru lanjut dr Revi, untuk penularan penyakit HIV ini sebenarnya tidak semua bisa ditularkan dalam aktivitas rumah tangga, karena virus seperti ini tidak akan hidup lebih dari lima detik, ujarnya.

Bahkan Wakil Bupati H Badrun Nggai selaku Ketua pelaksana harian komisi penanggulangan Aids Kabupaten meminta untuk setiap petugas kesehatan harus memiliki pemahaman tentang perawatan. Sebab jika memeriksakan warga yang berdampak akan beresiko lebih banyak, kata wabup.

| Pde

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya