Nasional

Dinkes Parimo Baru Miliki Dua Orang ASN Tenaga Apoteker, Empat Tenaga Kontrak

PARIMO, pojokcelebes.com | Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah hingga 2019 masih kekurangan tenaga profesional kefarmasian apoteker untuk mengisi pemenuhan kebutuhan 23 Puskesmas di wilayah penghasil beras berkualitas di Sulteng.

“Tenaga apoteker yang dimiliki Dinas Kesehatan hanya enam orang. Dua orang telah berstatus ASN yang bertugas di Puskesmas Parigi dan Puskesmas Sumbersari dan Empat orang sebagai tenaga kontrak yang direkrut dari tenaga nusantara sehat dengan durasi kontraknya terbatas hingga dua tahun” ungkap Kepala Seksi Kefarmasian Devi Artini Uga mewakili Kadis Kesehatan Parimo dr Revi Tilaar, Senin (10/6/2019).

Devi mengakui dengan minimnya tenaga profesi kefarmasian di Kabupaten Parigi Moutong dimungkinkan masih adanya moratorium pusat tentang belum adanya pengangkatan ASN baru.

Ia menyebut peran tenaga Apoteker memang sangat dibutuhkan di fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kefarmasian sebagai salah satu tenaga kesehatan yang profesional.
Akan tetapi kondisinya sekarang, menurut Devi, hampir sebagian besar Puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong belum ada tenaga profesional Apoteker.

“Ya karena ketiadaan tenaga apoteker maka tugas-tugas yang berhubungan dengan obat, baik pengelolaan maupun pelayanan obat ditangani tenaga yang bukan memiliki keahlian kefarmasian, karena tenaga kefarmasian itu sangat tehnis” ungkapnya.

Kasi kefarmasian ini menyebut, berdasarkan Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 108 dan PP No.51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian telah disebutkan bahwa praktik kefarmasian harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yaitu apoteker.

“Tenaga apoteker ikut berperan penting dalam mendukung patient safety. Apoteker harus turut serta dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian yang langsung pada pasien,” ungkapnya.

Dengan adanya perubahan paradigma pelayanan kefarmasian dari drug oriented menjadi patient oriented tersebut, menurut Devi Artini, sangat diperlukan tenaga apoteker dalam mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.

“Keberadaan tenaga apoteker sebagai tenaga profesi kefarmasian mempunyai tanggung jawab memberikan pelayanan kefarmasian yang baik maka setiap Puksesmas idealnya harus punya tenaga apoteker,” pungkasnya.

| Pde

Please follow and like us:
Tags
Show More
loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker