Nasional

Selasa, 11 Juni 2019 - 20:19 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Dinkes Parimo Sebut Penurunan Stunting Harus Melalui Pola PHBS

PARIMO, pojokcelebes.com | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong melalui Kabid Kesmas Ery Ayuningtias SKM menyatakan, rencana kerja menuju Parigi Moutong yang sehat merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk melakukan penurunan stunting melalui sosialisasi disetiap Kecamatan hingga ketingkat desa.

Pengertian stunting kata Ery adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. Stunting pada umumnya terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh badan.

Menurutnya, stunting juga berpengaruh pada perkembangan otak yang membatasi kemampuan, prestasi, produktifitas dan kreatifitas seseorang.

Untuk memenuhi kebutuhan kata dia, asupan makanan yang dikonsumsi harus mengandung karbohidrat yang sangat mudah diperoleh dan sering dikonsumsi karena merupakan bagian dari budaya.

“Makanan pokok beragam, sesuai dengan keadaan tempat dan budaya serta kearifan lokal contoh beras, jagung, singkong, ubi talas,” ungkapnya.

Dia menuturkan, selain pola asupan makanan, pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga sangat penting untuk menghidari stunting.

Menurutnya, Salah satu contoh dengan menggerakan otot tubuh sehingga meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi.

“Semua itu dapat dilakukan di rumah, di tempat kerja, tempat umum, termasuk aktivitas fisik lain yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang sehari- hari,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala badan (Kaban) Badan perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parimo, Zulfinasran menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian Rencana aksi dalam memenuhi program Parimo sehat 2019.

Lokus penurunan stunting di Parimo terdapat di Sepuluh desa yang ada di lima kecamatan yaitu, Kecamatan Tinombo, Tinombo Selatan, Ampibabo, Palasa dan Moutong.

“Desa Baina barat, Tanampedagi, Sidole, Siney Tengah, Pebounang, Ulatan, Ogoalas, Lobu, Bambasiang, Dongkalan,” jelasnya.

| Pde

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya