Hukrim

Jumat, 14 Juni 2019 - 11:38 WIB

1 bulan yang lalu

logo

LALORAN - Pelapor Abd Gafur saat dalam ruangan SPKT Polda Sulbar, tadi pagi Jumat (14/6) dalam memberikan keterangan kepada petugas SPKT.

LALORAN - Pelapor Abd Gafur saat dalam ruangan SPKT Polda Sulbar, tadi pagi Jumat (14/6) dalam memberikan keterangan kepada petugas SPKT.

Mantan Bendahara Sekda, Polisikan Bupati Mamuju

MAMUJU,pojokcelebes.com | Mantan Bendahara Sekda Mamuju priode 2016 -2017. Abdul Gafur. Jum’at (14/6). Kembali membuka babak baru dengan melaporkan Bupati Mamuju, Habsi Wahid di Polďa Sulawesi Barat, karena diduga memberikan keterangan palsu dalam berita acara pidana ( BAP ) didepan penyidik Kepolisian Polda Sulbar hingga dikesaksian persidangan Pengadilan Negeri ( PN ) yang dibacakan Jaksa penuntut umum. Beberapa bulan lalu.

Foto : Pelapor Abd Gafur memberikan keterangan kepada penyidik Subdit 2 Krimum Polda Sulbar.

Gafur yang ditemui di ruangan SPKT Polda Sulbar. Mengaku, dirinya sebagai pelapor sangat kecewa dengan pimpinan daerah Kabupaten Mamuju Habsi Wahid yang diduga tega memberikan keterangan palsu.

BACA JUGA : https://pojokcelebes.com/2019/06/13/kasasi-jaksa-diterima-mahkamah-agung-mantan-bendahara-sekda-terancam-dieksekusi/

Dalam memberikan keterangan diduga palsu menurut pelapor Gafur, bahwa dalam BAP dipenyidik Polisi, disebutkan Habsi Wahid bersaksi dibawa sumpah dengan menyatakan bahwa bukan dirinya yang mengangkat pelapor ( Gafur ) sebagai bendahara Sekda Mamuju namun nyatanya dalam surat keterangan pengangatakan sebagai bendahara tertanggal 11 Maret 2016, jelas terlihat nama bupati Habsi Wahid yang menandatangani.

” jelas – jelas ini pembohongan publik yang tidak sepantas dilakukan oleh pejabat sekelas bupati. Dan melanggar pasal 242 KUHP pidana ayat 1 dan 2 tentang pemberian keterangan palsu,” kata Gafur kepada pojokcelebes.com. Jumat (14/6).

Sementara kuasa hukum pemerintah Kabupaten Mamuju, Rustam Timbonga, SH mengatakan soal adanya laporan Polisi oleh pelapor Abdul Gafur terhadap bupati Mamuju Habsi Wahid, tidak jadi masalah. Hanya saja kata dia, terkait laporan memberikan keterangan palsu didepan penyidik itu menurut Gafur pihaknya tidak mempermasalahkan asal tidak memberikan keterangan palsu didepan majelis hakim. Selain itu Rustam mengatakan, tetap menunggu perkembangan dari penyidik Polda Sulbar.

” Kita tunggu saja perkembangan dari penyidik Kepolisian Polda Sulbar atas laporan pelapor, yang pastinya tidak Ada diatur dalam undang -undang KUHP memberikan keterangan palsu didepan penyidik kecuali di depan hakim pengadilan,” singkat Rustam.

Dalam pantauan pojokcelebes.com. Pelapor Abdul Gafur yang menggunakan baju batik putih dipadu dengan celana kain warna hitam dengan menenteng tas yang berisi dokumen. Mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT ) Polda Sulawesi Barat. Sekitar pukul 08.30 wita. Pelapor langsung dilakukan pemeriksaan diruangan Subdit 2 Polda Sulbar.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya