Hukrim

Kamis, 27 Juni 2019 - 17:42 WIB

3 minggu yang lalu

logo

KORUPSI - Sidang Korupsi APK tahun 2017, terdakwa membayar mendengar pembacaan  tuntutan oleh JPU.

KORUPSI - Sidang Korupsi APK tahun 2017, terdakwa membayar mendengar pembacaan tuntutan oleh JPU.

Terdakwa APK Dituntut 2,6 Tahun Penjara, Diminta Uang Pengganti 1 Miliar 700 Juta

MAMUJU,pojokcelebes.com | Terdakwa pengadaan alat peraga kampanye( APK) milik KPU Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tajun 2017, Abdul Rahman, akhirnya dituntut oleh Jaksa penuntut umum ( JPU ) 2 tahun 6 bulan kurungan badan denda 50 Juta subsider 3 bulan.

Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Cahyadi Sabri,SH.MH, menerangkan dalam tuntutannya bahwa ada keterlibatan terdakwa, mulai proses proses lelang APK hingga proses pengadaan barang yang dilakukan PT . Adi Perkasa.

Dalam pembacaan tuntutan, JPU menuntut agar Majelis Hakim pengadilan tindak pidana yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan. Menyatakan terdakwa ABD. Rahman Syam, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo ayat (1) huruf (b) UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU No 20tahun 2001 temtang perubahan atas UU No. 31 tahin 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan subsidair.

JPU menuntut kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abdul Rahman berupa pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, ditambah dengan denda sebesar Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) subsidair selama 3 (tiga) bulan kurungan, dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dalam rutan. Serta menghukum terdakwa abdul Rahman untuk membayar uang pengganti sebesar 1 Miliar 700 juta.

Kuasa hukum terdakwa, Nasrun, SH bersama Dedi,SH mengatakan bahwa tuntutan 2 tahun 6 bulan penjara terhadap kliennya sangat berat.

” Dimana ada fakta persidangan yang tidak dibacakan oleh JPU dan terkesan dikesampingkan,” kata Nasrun. ” Dan nanti jawabanya akan kami akan tuangkan dalam nota pembelaan kami Minggu depan,” ujar Nasrun kepada sejumlah media.

Seperti biasa, sidang Tipikor di pimpin langsung ketua majelis hakim Andi Adha,SH dan dua wakil hakim anggota Irawan Ismail, SH.MH dan Yudikasi Waruhwu, SH.MH. Sidang kembali dilanjutkan pekan depan agenda pembacaan pembelaan oleh kuasa hukum terdakwa.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 244 kali

Baca Lainnya