Hukrim Nasional

Selasa, 2 Juli 2019 - 16:10 WIB

4 bulan yang lalu

logo

NARKOBA - Terdakwa Hasanuddin Pandolo memakai baju kaos merah mengikuti sidang di PN Mamuju.

NARKOBA - Terdakwa Hasanuddin Pandolo memakai baju kaos merah mengikuti sidang di PN Mamuju.

Sial, Baru 21 Hari Hirup Udara Bebas, Terdakwa Hasanuddin Kembali Duduk Dikursi Pesakitan

MAMUJU,pojokcelebes.com | Diketahui baru 21 hari keluar dari Rutan Mamuju. Terdakwa Hasanuddin Pandolo, terpaksa kembali duduk di kursi pesakitan pengadilan negeri Mamuju. Dengan agenda pemeriksaan terdakwa sekaligus saling menyaksikan.

Seperti disebutkan, terdakwa Hasanuddin Pandolo, yang baru saja menghirup udara bebas. Terdakwa M. Yunus memesang narkoba jenis sabu kepada terdakwa Hasanuddin Pandolo. Terdakwa Yunus mendesak terdakwa Hasanuddin Pandolo, agar bisa memberikan Sabu dengan alasan sakit kaki karena penyakit gula, sehingga terdakwa Hasanuddin Pandolo, memberikan barang haram jenis Sabu yang diketahui sisa yang dipakainya. Sehingga terdakwa Yunus, berhasil mengantongi barang haram itu yang dibelinya dari terdakwa Hasnuddin Pandolo, dengan harga 300 ribu dan dikemas dalam pipet. Harga barang senilai 300 ribu disisip disalahsatu celah pohon gerseng. Namun tidak berlangsung lama, terdakwa Yunus, keburu disergap Polisi Narkoba di rumahnya sendiri.

Sidang yang diketuai majelis hakim Andi Adha, SH bersama dua hakim anggota, Erwin, SH. MH dan Harwasyah,SH. Terdakwa Hasanuddin dan terdakwa Yunus, yang mendapat masukan dari ketua majelis hakim agar keduanya seringi intropeksi diri dan bertobat dan tungkatkan ibadah.

” Kamu baru 21 hari keluar Rutan, kok bisa kembali terjerat Narkoba. Kalian ini perbanyak intropeksi diri dan bertobat serta perbanyak ibadah dalam Rutan dan itu kesempatan ibadah karena tidak ada yang menganggu,” pinta Andi Adha.

Sementara dua terdakwa dalam psrsidangan Perkaara Narkoba ini. Didampingi oleh kedua kuasa hukumnya, Jack Timbonga,SH.MH bersama dengan Andi Setiawan Tiba,SH. Sementara Sidang kembali digelar pada Minggu depan dengan ageda pembacaan tuntutan.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 184 kali

Baca Lainnya