Hukrim

Sabtu, 6 Juli 2019 - 21:28 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Foto Ilustrasi.

Foto Ilustrasi.

Miris, Tidak Mau Tanda Tangan, Seorang Tahanan Malah dapat Bogem Mentah

MAMUJU,pojokcelebes.com | Polisi Republik Indonesia memiliki tugas dan wewenang. Diantaranya, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Nah, bagaiamana kalau ada oknum Polisi yang bertindak semaunya. Seperti yang terjadi, hari Jumat kemarin (5/7). Seorang oknum Polisi yang bekerja di satuan Direktorat narkoba menjadi terlapor di SPKT Polda Sulbar, oleh salah seorang tahanan yang bernama Kosim Bin Seha dan juga sebagai salahsatu tahanan Narkoba. Diduga menjadi korban penganiyaan yang dilakukan oleh oknum Polisi.

Informasi yang dihimpun pojokcelebes.com dari keluarga korban. Disebutkan, Korban Kosim Bin Seha, yang tak lain adalah seorang tahanan tangkapan karena kasus Narkoba jenis Sabu yang ditangkap oleh anggota Direktorat Narkoba Polda Sulbar. Dari keterangan keluarga korban yang tidak mau disebut namanya, menyebutkan bahwa korban dipaksa melakukan tanda tangan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) oleh salahseorang oknum penyidik Narkoba Polda Sulbar, dengan alasan tidak sesuai kronologis kejadian. Karena korban bertahan, sehingga korban mendapat hadiah bogem mentah dari oknum Polisi, yang membuat wajah korban lebam. Menurut pengakuan sumber, akibat ulah oknum Polisi itu korban mengalami luka lebam dibagian mata kiri atas serta paha atas diduga akibat hantaman benda tumpul.

” Tahanan itu, kondisi mata dibagian kiri masih lebam dan paha kiri. Kemungkinan kena benda tumpul, apakah tonjokan atau apalah,” ujarnya yang sangat menyayangkan tindakan oknum Polisi itu.

Dihubungi terpisah Direktur Narkoba Polda Sulbar, Kombes Pol. Budi Sartono, lewat pesan Whatsaapnya, terlihat belum bisa memberikan tanggapan dari pertanyaan media ini.

Terkait kejadian ini, kembali pojokcelebes.com mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada Kabid Provam Polda Sulbar, AKBP. Minarto. Kepada media ini kata dia, membenarkan adanya kejadian tersebut namun laporannya masih ditangani oleh SPKT Polda Sulbar.

” Memang kemarin korban sudah melapor di SPKT dan baru mau dilanjutkan melapor ke Provam dan belum sampai ke kami. Mungkin ada kekerasan yang dialami sehingga dia melapor, ” kata Munarto saat dihubungi via telepon. Sabtu sore (6/7)

Meskipun Minarto belum mengetahui pasti pokok permasalahannya. Namun dengan tegas Minarto, mengaku bahwa jika memang benar ada oknum Polisi melakukan pelanggaran kode etik Kepolisian atau terbukti melakukan penganiyaan seperti yang dilaporkan pelapor, dipastikan ada sanksi yang menanti.

” Kami belum tau apa isi laporannya karena masih di tangani di SPKT. Tetapi jika benar ada oknum Polisi yang melakukan pelanggaran siap – siap sanksi tegas menanti sesuai dengan undang – undang yang berlaku di tubuh Kepolisian,” tegas Minarto.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 3860 kali

Baca Lainnya