Hukrim

Selasa, 9 Juli 2019 - 18:58 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, Dikenakan, Kombes Pol.Budi Sartono, Dirkrimsus Kombes Wisnu dan Dirkrimum, Nyoman Artana.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, Dikenakan, Kombes Pol.Budi Sartono, Dirkrimsus Kombes Wisnu dan Dirkrimum, Nyoman Artana.

Kapolda Sulbar Sebut Angka Kasus Korupsi dan Narkoba Meningkat

MAMUJU, pojokcelebes.com | Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar). Berhasil mengungkap berbagai kasus kejahatan dari tiga direktorat yang ada yaitu (Dit Reskrimum, Dit Reskrimsus dan Dit Resnarkoba).

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si dalam acara konferensi pers yang diselenggarakan siang ini di Aula Arya Guna Polda Sulbar, Selasa (9/7/19).

Dalam kegiatan konferensi pers kali ini, seluruh tersangka dan barang bukti langsung ditampilkan di depan para media yang hadir sebagai bukti nyata keberhasil Polda Sulbar.

Berdasarkan data yang dibacakan Kapolda Sulbar untuk penanganan kasus Dit Res Krimsus mengalami peningkatan dari segi penyelesaian kasus, sedangkan kasus dugaan korupsi APK sudah dilimpahkan ke JPU dan saat ini dalam tahap persidangan.

Terkait penanganan kasus pada direktorat reserse kriminal umum ada peningkatan sejumlah kasus ditambah lagi 8 (delapan) kasusus pembunuhan di wilayah Polda Sulbar telah diungkap.

Sementara itu, penangan kasus narkoba berdasarkan data yang ada juga meningkat dengan rincian :
Kasus narkoba pada priode Januari-Juni 2018 sebanyak 86 kasus dan obaya 7 kasus dengan laporan polisi yang masuk 93 LP sedangkan pada tahun 2019 periode januari- juni penanganan kasus narkoba meningkat menjadi 108 kasus dan obaya 6 kasus dengan laporan polisi yang masuk sebanyak 114 LP.

Untuk jumlah tersangka ditahun 2018 sebanyak 129 laki-laki dan 13 perempuan sedangkan ditahun 2019 meningkat menjadi 151 laki-laki namun tahanan perempuan menurun menjadi 10 tersangka.

Sedangkan barang bukti sabu turun 1.119 gram dari 1.356 gram ditahun 2018 turun menjadi 237,38 gram ditahun 2019. begitupun obaya turun 7.783 butir dari 9.023 butir di tahun 2018 turun menjadi 1.240 bitir namun plus 8.000 sachet komix.

Kapolda Sulbar yang memimpin langsung kegiatan konferensi pers didampingi langsung oleh tiga dorektur yang dimaksud yaitu Reserse khusus, reserse umum dan reserse narkoba.

Seperti biasanya kegiatan ini diwarnai dengan tanya jawab terkait kasus yang ditangani Polda Sulbar saat ini seperti
Narapidana yang kabur di pasungkayu. Namun, sejumlah Narapidana yang kabur sudah berhasil diamankan Polisi setempat.

Selain itu, Kapolda juga membahas pertanyaan wartawan terkait kasus pembacokan yang ada di SMK 1 Mamuju belum ada kejelasan. Tetapi kasus ini tetap dalam pantauan Polres Metro Mamuju.

Sejumlah kasus yang masih ditangani, seperti pasar campalagian sudah sampai dimana. Selain itu, tentang penganiayaan tahanan narkoba yang saat ini sudah masuk dalam penanganan Propam. Tidak hanya itu, kasus Korupsi PLTMH di Mamasa yang kini sudah memiliki Tiga tersangka, saat ini menunggu P21. Selain Kapolda juga membahas tentang penanganan kasus CPNS yang menurut Kapolda sudah mentersangkakan tiga orang. Bahkan tersangka utama inisial IR juga sudah mendekam disel Mapola Sulbar.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 190 kali

Baca Lainnya