Hukrim

Rabu, 10 Juli 2019 - 20:42 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Gakkumndu Provinsi Sulbar, terus mendalami penyelidikan kepimilikan ijazah palsu milik oknum Caleg.

Gakkumndu Provinsi Sulbar, terus mendalami penyelidikan kepimilikan ijazah palsu milik oknum Caleg.

Lidik Kepemilikan Dugaan Ijazah Palsu Milik Caleg di Mamasa Terus Didalami

MAMASA,pojokcelebes.com | Dugaan adanya permainan nakal oleh salah seorang Caleg di Kabupten Mamasa inisial Z, terkait laporan kasus kepemilikan ijazah palsu . Kini penyelidikannya semakin didalami oleh Bawaslu Provinsi Sulwesi Barat ( Sulbar ).

Dikabarkan belum lama ini, Bawaslu Provins Sulawesi Barat, terlihat masih terus menelusuri kasus pemalsuan dokumen berupa surat keterangan pengganti ijazah jenjang SMA. Dokumen palsu yang dimaksud diduga digunakan terlapor inisial Z, dan diduga digunakan saat pendaftaran calon legislatif Pemilu 2019.

Salahseorang anggota Bawaslu Sulbar, Ansharullah A. Lidda, mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus ini, antara lain Kepala Sekolah SMAN 1 Sumarorong, dua orang staf tata usaha SMAN 1 Sumarorong, Sekretaris Dinas Pendidikan Mamasa, nama Tutup Widodo, Petrus PualangiĀ  sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa dan salah satu alumni SMAN 1 Sumarorong yang seangkatan dengan terlapor.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan keterangan termasuk saksi Estefanus yang menjabat Kepala Sekolah SMAN 1 Sumarorong yang mengeluarkan surat keterangan tertanggal 28 oktober 2007 lalu atau saat terlapor lulus di sekolah tersebut.

“Sebelumnya, kita sudah dua kali melayangkan surat panggilan dan hari ini kita melayangkan surat panggilan ketiga kepada terlapor Z dan mantan Kepsek Estefanus. kita berharap kedua pihak kooperatif dan mengindahkan surat panggilan tersebut, semoga saja hari ini kita sudah dapat mengambil keterangannya,” ungkap Ansharullah, Rabu 10 juli 2019.

Untuk lebih mendalami laporan terkait dugaan ijazah palsu ini. Saat ini Bawaslu Sulbar bersama dengan Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu sedang berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan (Kota Makassar). Untuk memastikan terlapor apakah pernah bersekolah dan tamat di SMAN 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa.

“Kami sudah meminta keterangan dari Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Selatan atas nama H. Misi, tujuannya untuk memastikan apakah terlapor benar lulus di SMAN 1 Sumarorong yang dimana saat itu secara administratif masih berada di wilayah Sulawesi Selatan,” ungkapnya

Seperti diketahui, kasus tersebut tercium setelah adanya lembaga swadaya di Kabupaten Mamasa pada tanggal 24 Juni 2019. Atas laporan itu, Bawaslu meregistrasi tanggal 25 Juni 2019. Dalam laporannya, terlapor inisial Z merupakan calon anggota DPRD Kabupaten Mamasa pada Pemilu 2019. Dan jika memang terbukti bersalah pasti akan menunggu sanksi tegas dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp72.000.000,OO (tujuh puluh dua juta rupiah). Berdasarkan dengan pasal 520 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Pemilihan Umum yang berbunyi :

Setiap orang yang dengan sengaja membuat surat atau dokumen palsu dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang memakai, atau setiap orang yang dengan sengaja memakai surat atau dokumen palsu untuk menjadi bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, untuk menjadi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254 dan Pasal 260.

|Adji/Tim

Artikel ini telah dibaca 788 kali

Baca Lainnya