Hukrim

Rabu, 10 Juli 2019 - 19:34 WIB

1 minggu yang lalu

logo

SIDANG - Suasana sidang Korupsi lampu jalan di Pengadilan Tipikor Mamuju, Lima kades bersaksi  didepan hakim.

SIDANG - Suasana sidang Korupsi lampu jalan di Pengadilan Tipikor Mamuju, Lima kades bersaksi didepan hakim.

Sidang Korupsi Lampu Jalan, Hakim Sebut Keterangan Saksi Kades Sugiwaras Kontradiktif

POLMAN,pojokcelebes.com | Lima Kepala Desa ( Kades ) di Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ). Hari ini. Rabu sore (10/7). Duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Tipikor Mamuju, untuk dimintai keteranganya sebagai saksi.

Diketahui sidang Tipikor lampu jalan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Andi Adha, SH dan dua hakim anggota Irawan Ismail, SH.MH dan Yudikasi Waruwu, SH.MH. Terlihat ada Lima orang Kades yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Yanuar SH. Diantaranya, Kades Sugiwaras, Warsito. Kades Tubbi, Baco. Kades Lembang – Lembang, Muh.Afdal. Kades Tonyamang, Nursam dan Kades Pendulangan, Muh Saleh.

Giliran Kades Sugiwaras Warsito dicecar sejumlah pertanyaan, baik dari pihak JPU maupun dari Tiga Majelis Hakim. Saksi Warsito, saat memberikan keterangan nampak gugup sehingga beberapa jawaban atas pertanyaan dari majelis Hakim sering berbeda dalam BAP penyidik. Seperti pernyataan yang disampaikan terkait pengadaan lampu jalan yang disebutkan dalam BAP diarahkan oleh terdakwa Andi Baharuddin. Namun dalam pernyataan didepan majelis tiba – tiba tidak mengakui pertanyaan majelis dengan menyebutkan dirinya tidak diarahkan oleh terdakwa Andi Baharuddin, namun hanya difasilitasi oleh terdakwa.

” Yang benar saja saudara. Ingat! saudara ini disumpah dalam memberikan keterangan dipersidangan, jangan sampai memberikan keterangan palsu. Ingat! Bisa -bisa saudara dipenjara jika saudara memberikan keterangan palsu, ” tegas salah seorang hakim Tipikor Irawan Ismail, SH.MH, saat mendengar jawaban saksi Kades Sugiwaras yang dinilai kontradiktif

Selain itu dalam persidangan, Saksi juga mengaku bahwa pengadaan lampu jalan dilakukan dua tahap. Kata dia, harga lampu sebanyak 23 juta 500 ribu perunit. Untuk tahun 2016 4 titik dan tahun 2017 juga 4 titik.

Dihadapan majelis, saksi juga mengaku, bahwa pernah ketemu dengan terdakwa Andi Baharuddin bersama beberapa Kades yang kala itu selaku Kabid Pemdes dikantor PMD. Dalam pertemuan itu dikantor PMD kabupaten Polman, yang dibahas kata dia, adalah bahwa CV Binanga sebagai rekanan pengadaan lampu jalan. Dan saksi juga mengakui, dalam persidangan, pengadaan lampu jalan sudah direncanakan dan masuk dalam Apbdes.

” Saya hanya difasilitasi oleh pak Andi Baharuddin selaku Kabid PMD untuk ketemu dengan kontraktor Haeruddin,” ujar Warsito yang berbeda dalam BAP penyidik

Terlihta saksi Warsito, juga dicecar sejumlah pertanyaan tentang nilai harga lampu jalan per unitnya, apakha ditetapkan langsung oleh desa sendiri atau pihak perusahaan CV Binanga. Tidak hanya itu, saksi Warsito juga mengakui bahwa pembayarannya dilakukan di kantor PMD lewat bendahara desa dan taransfer langsung ke rekening perusahaan.

” Saya waktu itu yang mulia, harga lampu jalan senilai 23 juta 500 ribu plus potong pajak, kami bayar melalui bendahara kantor PMD dan dibayar tunai oleh bendahara desa kami. Serta kedua kalinya, juga pernah kami trasnfer ke rekening perusahaan, ”
urai Warsito

Sementara giliran Empat saksi yang diperiksa, yakni Kades Tubbi, Baco. Kades Lembang – Lembang, Muh.Afdal. Kades Tonyamang, Nursam dan Kades Pendulangan, Muh Saleh. Dalam memberikan keterangan tidak jauh beda dengan keterangan sesama saksi. Seperti sebelum melakukan pengadaan lampu jalan, semuanya mengaku memasukkan dalam Apdes. Hanya saja, jumlah atau unit pengadaan bervariasi setiap desa. Seperti yang disebutkan oleh Kades Tubbi, Baco mengaku tahun 2016, Pemdes Tubbi mengadakan paket lampu jalan hanya 4 unit.

Dari keterangan Empat Kades yang memberikan kesaksian perkara Kurupsi pengadaan lampu di jalan di Polman. Kuasa hukum Haeruddin, Muh Amin Sangga, SH.MH mengaku tidak ada yang memberatkan karena semua saksi yang dihadirkan oleh JPU mengakui kualitas lampu yang dibeli karena posisi terdakwa hanya sebagai distributor atau penjual.

” saya kira semua keterangan dari lima saksi tidak ada yang memberatkan klien kami. karena posisi klien kami adalah distributor atau penjual dan kualitas lampu semua baik,” singkat Amin kepada pojokcelebes.com

Dua terdakwa Andi Baharuddin bersama Haeruddin, selaku direktur CV Binanga didampingi masing – masing kuasa hukunnya diantaranya Muh Amin sangga, SH, MH.DR Irwan Muin, SH, MH. Syamsul Asri SH, MH, Yusuf Daud, SH, MH. Abdul Azis, SH. dan sidang kembali dihelat pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 1098 kali

Baca Lainnya