Advertorial

Kamis, 11 Juli 2019 - 19:07 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Idris : Eletronifikasi Transaksi Solusi Percepatan Perekonomian Daerah

MAMUJU,pojokcelebebs.com | Mendukung Gerakan Nasional Non Tunai(GNNT), Bank Indonesia Perwakilan Sulbar ( BI) menggelar Sosialisasi Elektronifikasi Transaksi di lingkup Pemprov Sulbar yang berlangsung di hotel maleo Kabupaten Mamuju, Kamis, 11 Juli 2019.

” Elektronifikasi transaksi merupakan salah satu model percepatan perekonomian daerah, Yang bertujuan agar pertumbuhan ekonomi di dorong degan cepat, bahkan lebih jauh dalam aspek mengefesiensikan waktu, daerah ini merupakan daerah baru yang butuh percepatan dan konsen pada pertumbuhan,” kata Muhammad Idris, Sekertaris Daerah Pemprov Sulbar saat membuka acara sosialisasi elektronifikasi transaksi dilingkup Pemprov Sulbar

Dikatakan, terdapat beberapa penguatan dasar yang perlu menjadi perhatian yaitu, merubah mindset government dalam Sumber Daya Manusia (SDM) yang bersifat eksternal serta memiliki kemampuan mendorong kemauan besar dan mampu diaplikasikan dengan cara government sendiri terutama dalam bidang pemerintahan.

Lebih lanjut Idris menyampaikan, dalam menciptakan pemerintahan yang sukses dibidang percepatan ekonomi dapat diawali dari model transaksi yang tidak lagi menggunakan mekanisme transfer atau tarik tunai tetapi perlu menggunakan kemajuan teknologi secara non tunai sebagaimana mengikuti perkembangan zaman moderen saat ini sehingga dapat mengefesiensikan waktu sebaik mungkin.

Kita harus mulai bagaimana mempercepat atau memasifkan cara berfikir transformatif di era digital saat ini, dimana kita harus manfaatkan kalcer baru di pemerintahan sehingga sangat efesien, sangat ekonomis dan tidak menyita banyak waktu,” tandas Idris

Kepala Perwakilan BI Sulbar , Dedi Irianto menyampaikan, aktifitas ekonomi tidak lepas dari transaksi pembayaran tunai maupun non tunai, terutama diera digitalisasi atau yang sering didengar Industri 4.0 yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber yang saat Ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur, termasuk sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan dan komputasi kognitif.

Selain itu, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan pengembangan sistem pembayaran yang disebut GPN untuk memberikan arah ke depan tidak hanya bagi regulator, namun juga bagi industri, pelaku usaha dan masyarakat.

Selain mendukung kebijakan pengembangan sistem pembayaran, GPN juga hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada program- program pemerintah termasuk diantaranya penyaluran bantuan sosial non tunai, keuangan inklusif, dan implementasi elektronifikasi transaksi penerimaan dan pembayaran di lingkupPemerintah.

“ Kehadiran bapak dan ibu merupakan wujud dari semangat dan kuatnya komitmen bersamadalam mendukung penyelengaraan sistem pembayaran yang aman, efisien, lancar dan handal melalui GPN serta perluasan implementasi transaksi non tunai di lingkup Pemerintah Daerah,”kata Dedi.

|Far

Artikel ini telah dibaca 189 kali

Baca Lainnya