Celebes

Jumat, 12 Juli 2019 - 08:47 WIB

6 hari yang lalu

logo

Angka Perceraian di Kabupaten Mamuju Terbilang Tinggi, Pemicunya Medsos

MAMUJU,pojokcelebes.com | Media sosial ( Medsos ) yang berujung ke perselingkuhan rupanya menjadi penyebab utama terjadinya perceraian selain dari faktor ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ). Hal itu, yang menjadi pemicu tingginya angka perceraian di tahun 2018 yang terdata di Pengadilan Agama ( PA ) di Tiga kabupaten yakni Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju Utara.

Ditemui Humas Pengadilan Agama ( PA ) Mamuju, Fauzan kepada pojokcelebes.com mengatakan secara umum tahun 2018 kemarin, PA Mamuju yang masih mencakup tiga wilayah hingga ke Kabupaten Mamuju Utara terbilang memang masih tinggi dibanding tahun 2019 yang masih berjalan saat ini.

“Secara umum angka perceraian lebih tinggi pada tahun 2018, sebab yudiksinya masih mencakup Mamuju Utara. Sementara tahun 2019 masih rendah dan masih tahun berjalan alias belum cukup Satu tahun. Dan sekarang ini untuk Kabupaten Mamuju Utara sudah terpisah karena Mamuju Utara miliki PA, ” kata Fauzan kepada pojokcelebes.com. Rabu ( 11/7)

Fauzan menyebutkan, untuk tahun 2018 cerai gugat( CG ) yang diajukan oleh isteri berjumlah 284 sedangnkan cerai talak ( CT ) yang ajuakan adalah pihak suami berjumlah 117. Sementara jumlah permohonan masuk berjumlah 468 dan lain – lain 24 dan total 869 pemohon. Sementara untuk tahun 2019 sebut Fauzan, untuk CG hanya berjumlah 155 sedangkan CT hanya berjumlah 72. Sementara pemohon 99 orang, lain – lain 6 dan total 332 pemohon.

Lanjut Fauzan, kalau saat ini khususnya di Kabuapten Mamuju atau dalam kota Mamuju untuk tahun 2019 angka perceraian lebih tinggi dari tahun 2018. Dia menyebutkan, tahun 2018 angka perceraian masih mencapai 60 persen, sedangkan tahun ini 2019 sudah mencapai 65 persen.

” Karena lau tahun ini 2019, khususnya dalam kota Mamuju angak perceraian terbilang meningkat pak. Dan naik Lima persen karena dihitung perkara yang masuk pak, ” ujarnya.

Masih Fauzan, saat ini PA masih terus menjalankan program sidang keliling dengan tujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang jauh. Seperti yang dilakukan sidang keliling perceraian dan isba.

” Karena kami masih mencakup sampai ke Kabupaten Mamuju Tengah, sehingga program sidang keliling kami masih jalankan. Kan kasian bagi warga yang jauh datang di PA Mamuju, sementara urusannya belum kelar tentunya bermalam dan pasti memerlukan biaya yang banyak. Makanya PA terus menjalankan program sidang keliling,” pungkas Fauzan

|Adji

Artikel ini telah dibaca 199 kali

Baca Lainnya