Advertorial

Jumat, 12 Juli 2019 - 22:10 WIB

5 hari yang lalu

logo

PRASEJAHTERA -Bita menyambut dengan senyum wartawan media saat ditemui di gubuknya.

PRASEJAHTERA -Bita menyambut dengan senyum wartawan media saat ditemui di gubuknya.

Janda Dua Anak Bertahan di Gubuk Reot Ditengah Kemeriahan HUT Mamuju ke 479

MAMUJU,pojokcelebes.com | Di hari jadi Kabupaten Mamuju ke 479, yang tinggal menghitung hari. Sejumlah acara serimoni sukses dilaksanakan bahkan hadiah dengan harga selangitpun berhamburan. Semunya itu tidak lain hanya momen sekali setahun ini bisa meriah dan disambut dengan suka cita. Namun diujung Dusun Bambamase Desa Keang Kecamatan Kalukku Kabupaten Kabupaten Mamuju, dihari jadi Mamuju masih ada beberapa warga yang tergolong prasejahtera merintih kesusahan akibat kerasnya hidup.

Namanya Bita janda anak Dua, tinggal sendiri disebuh gubuk reot yang tidak jauh dari Desa Keang Kecamatan Kalukku. Wanita yang berumur 61 tahun, hanya bisa bertahan hidup lewat kerja serabutan serta mengandalkan uluran tangan warga sekitarnya.

Ironisnya, Bita yang menjadi warga Desa Keang yang sudah puluhan tahun tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Nenek renta yang hidup sebatang kara tersebut, hanya memiliki luas Tiga kali Empat meter dengan berdindinkan tirai palstik bekas yang tentu membahayakan dirinya.

Padahal saat ini pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah sedang gencar-gencarnya menurunkan angka kemiskinan. Namun demikian, ibu Bita, tak pernah tersentuh bantuan apa pun dan dirinya masih bisa bertahan hidup dibawah garis kemiskinan yang amat menyedihkan.

Seorang ibu tua tingal di Desa Keang , juga masih bisa bertahan hidup di bawa garis kemiskinan.

Sama halnya dengan Rosita (50), memiliki suami dan tiga orang anak hidup serumah bersama tiga orang anak. keduanya memaksa untuk menjadi buruh tani untuk bisa bertahan hidup dan kadang – kadang juga menerima belas kasihan dari warga. Kepada pojokcelebes.com. Rosita mengaku, hingga saat ini juga tidak pernah tersentuh bantuan pemrintah, baik beras miskin maupun bantuan lain.

” dijalani saja pak, kalau seperti ini kondsinya kita mau apalagi. Kadang kami makan pisang dan ubi rebus sebagai pengganti beras. Saya juga tidak tau kenapa kami tidak terdata penerima bantuan. ” jelas Rosita kepada media ini.

Bita dan Rosita dua warga Desa Keang yang menjadi sorotan Media ini, keduanya masih bisa bertahan hidup ditengah kerasnya hidup. Keduanya masih berharap ada tangan – tangan agung bisa meringankan beban hidup keduanya. Hingga bisa merasakan nikmatnya hidup seperti warga lain.

” Selamat hari jadi Mamuju, saya berharap Mamuju semakin baik dan masyarakatnya juga ikut hudup baik pak,” kata Rosita yang menyampaikan hari jadi Mamuju ditengah kerasnya hidup yang dijalaninya saat ini.

|Zul

Artikel ini telah dibaca 241 kali

Baca Lainnya