Advertorial

Jumat, 12 Juli 2019 - 20:00 WIB

5 hari yang lalu

logo

Sekdaprov Muh Idris ditemani direktur RSUD prov Sulbar, Dr Hartini.

Sekdaprov Muh Idris ditemani direktur RSUD prov Sulbar, Dr Hartini.

Sekrov Idris Minta Pihak RSUD Prov Sulbar Terus Bangun SDM

MAMUJU,pojokcelebes.com | Siapapun yang yang menjadi bagian dari rumah sakit ini, baik pegawai, dokter, ahli laboratorium, saya memohon kedepannya untuk membuat rancangan pengembangan SDM.

Hal itu disampaikan Sekprov Sulbar saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Provinsi Sulbar sekaligus meresmikan payment point Bank BPD SulSelbar di RSUD Provinsi Sulbar, Jumat 12 Juli 2019.

Jumlah SDM yang mencapai angka 707, meliputi dokter spesialis sebnyak 25 orang, dokter umum 25 orang, dokter gigi umum 6 orang, tenaga lain-lain sebanyak 383 orang, tenaga kontrak khusus sebanyak 219 orang, dan tenaga sukarela berjumlah 105 orang.

Sekdaprov Sulbar, Muhammad Idris, mengapresiasi kepada Bank Sulselbar yang telah mengalami kemajuan dan menancapkan semangat pelayanan terbaiknya berupa payment point di RSUD Regional Sulbar. Kata dia, mungkin beberapa bulan kedepan atau di akhir tahun ini pelayanan akan lebih pada penyediaan kas.

Ia juga menyebutkan, terkait keluhan masyarakat terhadap RSUD Regional saat ini sudah bisa terjawab. Kata dia, pemerintah melihat bahwa RS ini sudah mengalami banyak ke kemajuan yang signifikan, hal ini memang harus di sejalankan, jangan alergi terhadap saran dan masukan, karena itu merupakan salah satu hal yang bagus, menurut saya tidak sulit untuk mewujudkan rumah sakit rujukan berkelas di Sulbar, demi mewujudkan harapan masyarakat agar tidak memerlukan jarak tempuh yang jauh lagi untuk berobat ke rumah sakit berkelas.

“Saat ini Sulbar memasuki era untuk mempush kualifikasi SDM, bukan hanya di rumah sakit tetapi di semua lini khususnya di lingkup pemerintahan, hal tersebut merupakan konsen saya hadir di sini. Saya berharap seluruh pimpinan di rumah sakit regional ini untuk membangun komitmen organisasi, mengingat anggaran kita tidak memadai, akan tetapi teori tersebut tidak selalu berbicara uang, dan komitmen organisasi dibangun oleh spirit orang-orang yang ada di dalamnya untuk menjadikat rumah sakit ini strong.” pungkas Idris.

|Den/Tim

Artikel ini telah dibaca 201 kali

Baca Lainnya