Advertorial

Jumat, 19 Juli 2019 - 00:52 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto : Bupati Mamasa, Ramlan Badawi

Foto : Bupati Mamasa, Ramlan Badawi

Bimtek Disorot Warga Net, Ini Kata Bupati Mamasa

MAMASA,pojokcelebes.com | Agar mengerti pengelolaan anggaran daerah hingga dana desa ( DD ) dan ADD. Belum lama ini, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah ( OPD ) Pemda Kabupaten Mamasa, bersama seluruh kepala desa ( Kades ) mengikuti bimbingan teknis ( Bimtek ) yang dilaksanakan disebuah Hotel di Makassar, yang berlangsung sehari.

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, menanggapi soal sorotan warga Mamasa, terkait program Bimtek bersama OPD bersama dengan para Kades yang berlangsung di salahsatu Hotel di Makassar beberapa hari lalu, Ramlan mengaku itu sah – sah saja kritikan warga. Dijelaskannya, Bimtek yang dilaksanakan itu adalah Bimtek lanjutan yang sudah dilaksanakan oleh sejumlah kabupaten yang ada di Sulbar. Namun kata dia, hanya Kabupaten Polman dengan Kabupaten Mamasa belum melaksanakan dan Bimtek itu. Dan kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan dengan desposisi dari Kejati Sulselbar, yang tujuan pengembangan SDM, baik para OPD maupun para Kades.

” Saya kira tujuannya bagus Bimtek yang dilaksanakan ini, bagaiman pimpinan OPD serta para Kades bisa mengelolah anggaran dengan baik dan jika ada temuan bagaimana menanganinya dan tindak lanjutnya, ” jelas Ramlan kepada pojokcelebes.com

Dia juga mengaku dalam Bimtek yang berlangsung satu hari itu, dihadiri oleh sejumlah pemateri dari praktisi hukum seperti Kajati dengan Kapolda Sulbar dan Fakultas Hukum Unhas.

” Kegiatan Bimtek itu, saya yang buka langsung dan dihadiri pemateri, baik dari Kajti Sulselbar, Kapolda dan fakultas hukum Unhas dan semuanya berbau hukum pematerinya.” jelas Ramlan.

Berdasarkan surat edaran dengan prihal kegiatan Bimtek yang di tanda tangan oleh Bupati Ramlan tanggal 8 Juli 2019 dengan nomor : 893/343/SET/VII/2019. Dalam surat itu, menyebutkan diharap agar seluruh Kades mengikuti kegiatan tersebut dengan tujuan meningkatkan kapasitas Kades untuk pengelolaan keuangan desa dan peran TP4D dan tujuan hukum pelaksnaan Apdes. Dan kegiatan itu berdasarkan lampiran surat edaran bupati tertulis kegiatan Bimtek dibebankan setiap peserta yakni Kades untuk membayar 4 juta 500 ribu rupiah.

Meskipun kegiatan Bimtek selesai. Namun mendapat sorotan keras dari warga net atau Medsos. Seperti status pemilik akun facebook, Tambryn Nekad’zt dengan menuliskan statusnya atas foto surat edaran bupati Mamasa yang di uploud dididin akun pribadinya. Tertulis dalam statusnya yang mempertanyakan, apakah ada regulasi dalam juknis pengelolaan dana ADD 2019. Jangan sampai ada unsur kepentingan didalam yang ikut. Misalnya jumlah 168 desa kali 4,5 juta sama dengan 7 ratus 56 juta. Dan biaya makan dan hotel hanya kisaran 800 juta. Dan sontak pemilik laman Facebook dipenuhi puluhan komentar.

” Modus ini yang sering digunakan oleh panitia pada pelatihan – pelatihan Bimtek, ” celetuk Akbar Basri pada kolom komentarnya.

|Rus

Artikel ini telah dibaca 553 kali

Baca Lainnya