Nasional

Jumat, 19 Juli 2019 - 12:20 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Rapat Koordinasi Penambang Yang Mengakibatkan Kerusakan Pipa Air Bersih Bantuan Bank Dunia, Saling Lempar Tanggungjawab

BLITAR,pojokcelebes.com | Rapat koordinasi antara penambang ilegal dengan beberapa instansi terkait, guna mencari titik temu mengenai ambrolnya pipa bantuan Bank Dunia yang digunakan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, untuk cukupi kebutuhan air bersih tidak ada titik temu alias alot.

Hal ini disebabkan saling lempar tanggungjawab terkait siapa yang akan memperbaiki bangunan tersebut. Sementara Pemerintah Desa Sumberagung, melalui Kepala Desa, supaya kerusakan bangunan pipa Bank Dunia ini di jadikan tanggap darurat, agar kontruksi bangunan pipa diperbaiki seperti semula.

“Kami atas nama warga, supaya kerusakan bangunan pipa air bersih ini dijadikan suatu tanggap darurat,” kata Sumiadi, Kepala Desa Sumberagung, Kamis, (18/7/2019) di ruang rapat Candi Simping, Kantor Bupati Blitar, Kanigoro, saat diadakan rapat koordinasi antara penambang Kaliputih, Pemkab Blitar, Forkompinda, Pemprov Jawa Timur yang diwakili Satpol PP Provinsi serta BPBD Provinsi Jatim, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya.

Namun hal itu ditolak keras oleh Kepala Dinas BPBD Baik Provinsi maupun Kabupaten Blitar, dengan alasan kerusakan itu disebabkan bukan karena faktor alam melainkan kesengajaan akibat penambangan liar.

“Jadi kerusakan tersebut bukan sebuah bencana yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah dan menjadi tanggap darurat. Dimana dengan kata lain, kerusakan ini karena hasil penambangan yang tidak mengantongi Rekomendasi Teknis (Rekomtek), sehingga menyebabkan degradasi bibir sungai dan mengakibatkan kerusakan pipa bantuan Bank Dunia tersebut,” terang Heru Irawan selaku Kepala Dinas BPBD Kabupaten Blitar.

Dia juga menerangkan bahwa kategori yang bisa dijadikan tanggap darurat yaitu, bencana yang disebabkan oleh faktor alam dan kejadianya ada batasan waktu.

“Untuk yang ada di Kaliputih, kami tidak menerima informasi dari kepala desa setempat telah terjadi bencana alam. Sedangkan dikatakan tanggap darurat diketahui kapan terjadinya, bagaiman kejadianya, dan setelah kita ke lapangan itu tidak ada tanda – tanda kejadian yang disebabkan banjir, longsor atau lainya. Diketahui juga saat ini tidak masuk musim penghujan,” tandas Heru.

Diketahui, saluran pipa yang rusak itu untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga Desa Sumberagung sebanyak 4000 Kepala Keluarga (KK). Dan proyek air bersih tersebut merupakan progaram bantuan dari Bank Dunia berupa Scond Water Sanitasi Low Income Communities (WSLIC-2) Tahun 2004 dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan) Tahun 2007.|delik

Artikel ini telah dibaca 475 kali

Baca Lainnya