Hukrim

Rabu, 7 Agustus 2019 - 21:41 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Ruangan Bidang Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar.

Ruangan Bidang Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar.

Soal Tambang di Kecamatan Bonehau, Polisi Minta Upaya Persuasif

MAMUJU,pojokcelebes.com | Soal aktivitas tambang galian C yang diduga ada permainan nakal didalamnya yang mencari keuntungan tanpa melihat lagi dampak lingkungan, nampaknya ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk bisa hadir didalammnya mencari solusi agar warga tidak terdampak limbah tambang atau efek kerusakan lingkungan.

Dari catatan pojokcelebes.com. Belum lama ini, di Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, tepatnya di Desa Suka Maju, disana ada nampak aktivitas galaian C yang dilakukan oleh aparat desa setempat tanpa mengantongi izin lingkungan melainkan izin dari sang penguasa wilayah Kabupaten Mamuju Tengah. Kades setempat berdalih, memaksa ambil matrial sungai desanya, hanya kepentingan pembangunan desa namun disisi lain disana harus dihadang dengan izin tambang galian C yang wajib dikantonginya.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju, seorang putra daerah Bonehau yang masih duduk dibangku kuliah Masadar, harus memaksa berteriak untuk mewakili masyarakat Kecamatan Bonehau dan Kalumpang agar pemerintah dan pemilik modal bisa menghentikan aktivitas tambang galian yang tidak mengantongi dokumen atau izin lingkungan.

Terkait hal itu, Kasubdit Sumdaling. AKBP Andri Koko kepada media ini mengaku, untuk aktivitas tambang di Kecamatan Bonehau kata dia, pihaknya telah melakukan upaya persuasif dengan minta kepada pihak perusahaan dan masyarakat untuk duduk satu meja mencari solusi. Kata Andri, upaya yang diambil adalah agar tidak ada yang dirugikan kedua belah pihak, baik perusahaan maupun masyarakat.

” Intinya kita mencegah konflik jangan sampai itu terjadi. Makanya kami polisi menengai dan menjembatangi pertemuan ini nantinya agar tidak ada yang dirugikan. Ini sudah saya sampaikan sebelumnnya ke pihak perusahaan dan masyarakat setempat dan kemungkinan dalam waktu dekat ini pertemuannya. Saya akan coba kemabali hubungi pihak perusahaan dan perwakilan masyarakat kapan bisa ditentukan pertemuannya, ” jelas Andri kepada pojokcelebes.com belum lama ini.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 3815 kali

Baca Lainnya