Hukrim

Jumat, 9 Agustus 2019 - 22:54 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Acara sidang dakwaan di pengadilan Tipikor Mamuju, dua terdakwa mendengar materi dakwaan yang dibacakan oleh JPU.

Acara sidang dakwaan di pengadilan Tipikor Mamuju, dua terdakwa mendengar materi dakwaan yang dibacakan oleh JPU.

Dugaan Praktik Culas Penyaluran Dana BOS, Tiga PNS Terseret Dikursi Pesakitan

MAMUJU,pojokcelebes.com | Adanya dugaan permainan culas terhadap praktik penyaluran dana Bantuan Oprasioanal Sekolah ( BOS ) yang diduga dimainkan oleh ketiga PNS di Dikanas Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), akhirnya terbongkar. Dua pegawai dan seorang guru, harus rela menelan pil pahit akibat statusnya menjadi terdakwa dipengadilan tindak pidana korupsi ( Tipikor ).

Dihadapan hakim Tipikor, ketiga terdakwa yang diketahui, Naharuddin sebagai Kasi SD di Diknas Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Wiriadi sebagai kepala unit di Diknas Provinsi Sulbar serta Darmawati yang tak lain Kepsek SD 1 Pallapallang Majene.

Dalam materi dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa penuntut Umum ( JPU ) Faizal Nur, SH mengatakan bahwa Ketiganya didakwa pasal 12 atau primer subsider pasal 2 dan 3 undang – undang Tipikor dan pasal 3 subsider pasal 4 unadng – undang tindak pidana pencucian uang ( TPPU ). Sementara terdakwa Darmawati mines TPPU.

Dari materi dakwaannya juga disebutkan, bahwa ketiga terdakwa memiliki peranan masing – masing untuk mencari kuntungan melalui modus pencairan dana BOS. Seperti terdakwa Wiriadi jabatannya sebagai pendata sekolah – sekolah di Diknas Provinsi Sulbar. Atas data yang disebutkan oleh terdakwa Wiriadi melalui terdakwa Naharuddin melaporaknnya ke terdakwa Darmawati, untuk menghimpun semua data – data sekolah termasuk rekening masing – masing sekolah. Dan menetapkan sekolah yang menerima dana BOS, namun anehnya ketiga
terdakwa meminta uang ucapan terima kasih dan bilamana sekolah penerima dana BOS tidak memberikan uang ucapan terima kasih, ketiganya mengancam tidak akan memproses pencairan dana BOS. Akibat ulah Ketiga terdakwa ini negara dirugikan kurang lebih 340 juta rupiah.

” Ketiga terdakwa sepakat meminta uang ucapan terima kasi kepada sekolah penerima dana BOS dan bilamana tidak memberikan uang tersebut, terdakwa mengancam akan tidak memproses pencairan dana BOS tersebut. Hingga ditemukan adanya kerugian negara sejumlah kurang lebih 340 juta lebih, ” kata Faizal

Sidang Tipikor diketuai oleh majelis hakim Andi Adha, SH dan dua wakil hakim anggota Irawan Ismail, SH.MH bersama Yudikasi Waruwu, SH.MH. Dalam pembacaan materi dakwaan itu masing – masing terdakwa didampingi kuasa hukum, seperti yang terlihat pengacara muda Agus, SH dengan kawan – kawan. Dan sidang kembali dihelat pada pekan depan hari Kamis, dengan agenda pemeriksaan saksi.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 3848 kali

Baca Lainnya