Hukrim

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 13:47 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Alat PLTMH anggaran 1.6 Miliar, yang ditimbun disalahsatu kantor di Mamasa, kini jadi besi tua.

Alat PLTMH anggaran 1.6 Miliar, yang ditimbun disalahsatu kantor di Mamasa, kini jadi besi tua.

Program Bansos 2015 -2017 di Sulbar Makan Tumbal

MAMUJU,pojokcelebes.com | Proyek bantuan sosial ( Bansos ) dengan kucuran anggaran Miliaran rupiah dari Dua kementerian RI, untuk diperuntukan bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Nampaknya sudah makan tumbal alias tersangka.

Dari catatan pojokcelebes.com. Dana Bansos dari pemerintah bertujuan untuk memberikan kesejahteraan masyarakat. Namun yang terjadi setelah anggaran turun, sekelompok oknum sengaja memainkannya dengan memperkaya diri sendiri. Sepak terjang nakal oknum, akhirnya semua berakhir di meja penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulbar, yang tidak lama lagi berkasnya masuk dalam tahap Dua.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Mamasa, diketahui keberdaan proyek Bansos dari Kementerian Koperasi dan UKM Pusat tahun 2015 berupa pembangunan listrik Tenaga Mikro Hidrogen ( PLTMH ) dengan kucuran anggaran 1,6 Miliar. Bansos berupa PLTMH dipruntukan bagi desa terpencil tepatnya di Desa Salutambun Barat Kecamatan Buntu Malangka ( Bumal ) Kabupaten Mamasa. Namun masyarakat Salutambun, harus gigit jari karena penerangan yang seharusnya dirasakan kini menjadi mimpi setelah melihat komponen alat PLTMH mangkarak, berkarat, rusak dan tak bertuan.

Kucuran angaran 1,6 Miliar atas pembangunan PLTMH dari hasil penyidikan Krimsus detahui mengalir disejumlah kerekening panitia yang tak lain dikelolah langsung koperasi Karya Bhakti Mamasa serta beberapa oknum pejabat Dinas Perindakop Kabupaten Mamasa. Akibatnya, dalam kasus ini penyedik telah menetapkan tiga orang tersangka dan dikabrakan berkasnya sudah P21.

FOTO : Ternak anak Babi dalam kandang

Selain pembangunan PLTM yang total lost itu, juga penyidik Krimsus tengah membongkar permainan curang para oknum yang tega memainkan dana bantuan ternak babi yang diketahui kucuran dananya bersumber dari Bansos Kementerian Sosial tahun 2017, yang nilainya kurang lebih 900 juta di Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju. Bantuan ternak babi yang dikelolah langsung oleh Kelompok Usaha Bersama ( KUBE) terungkap setelah oknu melakukan mar – up anggaran. Dikabarkan dari hasil ekspose perkara oleh Direktorat Reserse Polda Sulbar,
kasus ini juga sudah memiliki tumbal berjumlah Tiga orang yang sebelumnya jadi saksi, kini dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Sementara Kasubdit III Direktorat Krimsus Polda Sulbar, AKBP Musa membenarkan hasil ekspose kasus pengadaan ternak babi di Kecamatan Kalumpang sudah miliki Tiga tersangka baru. Disebutkannya, tiga tersangka itu adalah Dua orang selaku pendamping dan seorang warga biasa yang turut serta.

” Kalau kasus pengdaan ternak babi di Kecamatan Kalumpang, dari hasil ekposoe kasus kemarin, bahwa penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka baru, ” sebutnya.

|Adji

Artikel ini telah dibaca 550 kali

Baca Lainnya