´╗┐

Hukrim

Selasa, 20 Agustus 2019 - 19:59 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Sejumlah aparat Desa Salukonta besaksi di persidangan Korupsi dana Desa .

Sejumlah aparat Desa Salukonta besaksi di persidangan Korupsi dana Desa .

Anak Kandung Terdakwa Sebagai Bendehara Desa Salukonta, Bersaksi di Persidangan Korupsi DD

MAMUJU,pojokcelebes.com | Lanjutan sidang Korupsi Dana Desa ( DD ) Salukonta Kecamatan Mehalaang Kabupaten Mamasa. Selasa (20/8) kembali di gelar. Kali ini, sidang korupsi DD dana desa dipengadikan Tipikor kelas II B Mamuju. Jaksa penuntut, Akbar,SH. MH kembali menghadirkan Enam orang saksi yang semuanya adalah perangkat Desa Salukonta.

Keenam orang saksi itu diantaranya, Muh.Ilham selaku bendahara desa yang tak lain adalah anak dari terdakwa ( Kades Salukonta). Ranawati Sekretaris desa ( Sekdes ), Muh Saleh ( Kaur pembagunan ) Nurhayati ( Kasi Keuangan ), Anita Ayu, Lestari ( Kaur Adminitrasi ) dan Salmawati ( Kasi pembangunan).

Dalam pemeriksaan para saksi itu, Mejelis hakim Tipikor yang di Pimpin Herianto, SH. MH bersama dua hakim anggota Irawan Ismail, SH.MH dan Yudikasi Waruwu, SH.MH. Sejumlah keterangan saksi mendapat kritikan tersendiri dari ketiga majelis, bahkan dua saksi dinilai tidak memiliki tanggung jawab terhadap jabatannya sehingga terkesan hanya makan gaji buta setiap bulan. Seperti jabatan yang dipegang oleh saksi selaku bendahara desa dan Kaur keuangan Desa Salukonta.

“Saudara bendahara dan Kaur Keuangan desa, kok saudara tidak tau apa fungsi jabatan saudara. Berarti saudara tidak sama sekali kerja dan hanya makan gaji buta saja. Kalau tidak ada fungsi dalam struktur jabatan di desa mending mundur saja karena jabatan itu dipertanggung jawabkan, ” kata ketua majelis hakmim di saat mencecar pertanyaan sejumlah saksi dalam sidang Tipikor Dana Desa Salukonta.

Beberapa saksi memberikan keterangan seputar pekerjaan pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh DD senilai kurang lebih 700 juta rupiah. Seperti pembangunan rabat beton, draenase dan platdeker. Dan mengaku, sejumlah pekerjaan itu semuanya sudah rampung. Selain itu, saksi juga menerankan bahwa pembagian beras miskin ( Raskin ) diakui pernah dibagi rata dengan masyarakat namun karena mendapat sorotan warga akhirnya kembali di bagikan dengan cara sesuaidengan peruntukan.

” Dari pemerintahan sebelumnnya raskin itu sudah dibagi rata yang mulia. Karena mendapat sorotan akhirnya pembagian Raskin itu dibagi sesuai dengan peruntukan. Kalau hasil pembangunan infrastruktur yang mulia, semuanya rampung dikerjakan, ” kata saksi Sekdes Salukonta Ranawati

Akbar, SH, Jaksa penuntut yang mengaku mendengar keterangan saksi semua membenarkan bahwa hasil pekerjaan yang menggunakan DD semua rampung serta pembagian Raskin dilakukan. Sedangkan dua penasehat hukum Ester, SH bersama dengan Marzuki, SH masih setia mendampingi terdakwa Denmalele. Dan sidang kembali digelar pada pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi. |Adji

Artikel ini telah dibaca 567 kali

Baca Lainnya