Hukrim

Rabu, 21 Agustus 2019 - 14:28 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Empat Pelaku Praktik Aborsi Berhasil Diringkus

MAMUJU,pojokcelebes.com | Empat orang pelaku Praktik Aborsi berhasil diringkus oleh Direktorat Kriminal Umum ( Ditkrimum ) Polda Sulawesi Barat ( Sulbar ). Baru -baru ini, di Dusun Lara Desa Sukamaju Karossa pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura. Rabu (21/8). Kata dia, terungkapnya praktik aborsi itu setelah polisi menemukan kasus pembuang orok yang terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin Puncak Kelurahan Binanga Kecamatan Binanga Kabupaten Mamuju pada 6 Agustus 2019.

Kata dia, setelah dilakukan penyelidikan, diketahui ada beberapa orang yang sering menjual obat penggugur kandungan yaitu HR salah satu mahasiswi alumni sekolah kesehatan.

” Dari keterangannya, pihaknya memang pernah melayani pemesanan obat Cytotec (penggugur kandungan) dari MP bersama pacarnya MS.”kata Mashura

Untuk memastikan adanya praktik Aborsi, akhirnya tim lidik sidik bekerjasama dengan tim Inafis, Biddokkes dan Puskesmas menggali mayat bayi yang dikuburkan ditengah kebun sawit di Dusun Lara Desa Sukamaju Karossa dan benar ditemukan kerangka bayi terbungkus kain putih atas petunjuk yang diberikan MS.

Dari hasil pengungkapan praktik aborsi ini, polisi berhasil mengamankan dan menetapkan empat tersangka. Diantaranya, inisial masing-masing ibu bayi tersebut yang berinisial MP, Kekasihnya MS dua tenaga medis yang berinisial HR dan GB.

” Hanya saja GB saat ini belum dilakukan penahanan terhadap dirinya oleh karena ia sedang menjalani masa pidananya di lapas perempuana dikelas III Mamuju,” ujarnya

“Dua tenaga medis tersebut punya peran sama yaitu membantu proses aborsi. ” tambahnya

Dia menyebutkan, dari Empat tersangka yang ditetapkan saat ini, tiga tersangka lainnya telah ditahan di rutan Mapolda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan saat ini masih terus dilakukan pencarian kepada para distributor obat yang menjual tanpa resep dokter. Dan keempat tersangka ini terancam dengan pasal 194 UU No. 36 Tahun 2019 tentang kesehatan Jo 55 Ayat (1) ke Subs Pasal 341, 346 dan 348 (1) KUHPidana.

” Mereka sudah diamankan dan kembali akan di lakukan pendalaman kasus terkait siapa pemasok obat yabg dipakai aborsi itu,” pungkasnya. | Adji

Artikel ini telah dibaca 197 kali

Baca Lainnya