Advertorial

Rabu, 18 September 2019 - 20:12 WIB

3 bulan yang lalu

logo

SD Negeri Sappala Desa Keang Kabupaten Mamuju.

SD Negeri Sappala Desa Keang Kabupaten Mamuju.

SDN Sappala Keang, Miliki Guru Hanya Satu Berstatus PNS

MAMUJU,pojokcelebes.com | SD Negeri Sappala, yang ada di Desa Keang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, kondisinya sangat meperihatinkan. Pasalnya, sampai saat ini guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) hanya satu orang. Pada hal sekolah ini memiliki jumlah murid yang banyak.

Kondisi ini, dikeluhkan oleh warga setempat. Seperti yang katakan oleh salahseorang warga, Rukman yang mengaku sekolah dalam desanya ini dinilai tidak maksimal karena hanya memiliki guru seorang PNS dan yang lainnya hanya guru sukarela atau kontrak daerah yang dinilai tidak begitu terikat terhadap tanggung jawab sebagai guru di SDN Sappala.

” Tenaga sukarela sifatnya tidak terlalu terikat, beda dengan tenaga PNS, kalau tidak mengajar maka dia kena sangsi. Kondisi ini sudah lama berlangsung yang dikhawatirkan anak – anak yang belajar kurang maksimal, ” tutu Rukman kepada pojokcelebes.com belum lama ini.

Ditempat yang sama Kepala Sekolah ( Kepsek ) SDN Sapala Marten Luter, membenarkan bahwa kondisi sekolah yang dipimpinnya sangat memperihatinkan akibat kekurangan tenaga guru yang berstatus PNS. Luter mengaku, disekolah yang dipimpinnnya itu hanya mempekerjakan guru kontrak daerah. Lanjut dia katakan, tenaga kontrak daerah yang dipekerjakan juga terkendala dengan upah atau gaji yang diterima tiap triwulan sekali yang nilainya sangat minim. Bahkan diperparah tenaga kontrak yang mengantongi SK daerah namun tidak ingin tinggal diwilayah tempat mengajar.

” Saya selaku kepala sekolah SDN Sappala, berharap kepada pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan Kabupaten Mamuju, supaya bisa menempatkan tenaga pendidik yang statusnya PNS, karena di sekolah kami kebanyakan kontrak daerah, yang gajinya sangat minim itupun kadang lewat per-triwulan baru kami bisa bayarkan. Dan tenaga pendidik yang statusnya kontrak kebanyakan tidak mau tinggal di wilayah sekolah di daerah tempat mengajar.” harapnya. |Zul

Artikel ini telah dibaca 1126 kali

Baca Lainnya