Nasional

Rabu, 18 September 2019 - 10:11 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Sidang UU ITE Terkait Tudingan Korupsi Pegawai PT PELNI, Keterangan Saksi Memberatkan Terdakwa

SURABAYA,pojokcelebes.com | Sidang kasus vlog yang berisi kecaman terhadap pegawai PT.PELNI kembali digelar. Terdakwa Marita Sani menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor, Selasa (17/09).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bunari dan Basuki Wiryawan, menghadirkan tiga orang saksi pegawai PT. PELNI yakni Agustinus Prima dari Bidang Hukum, Ujang Bagian Kearsipan dan Muhammad Soleh bagian Operasional Pelayanan dan Jasa.

Ketiga orang saksi diperiksa secara terpisah agar memperoleh keterangan terkait Vlog yang diunggah oleh terdakwa di salah satu media sosial.

Ketiga saksi di depan majelis hakim menyebutkan bahwa terdakwa memang mengunggah video Vlog yang berisi ancaman dan tuduhan korupsi yang ada di tubuh PT. PELNI. “Video yang diunggah terdakwa mengatakan semua pegawai di PT. PELNI itu maling,”kata salah satu saksi, Muhamad Soleh saat memberikan keterangan

Saksi juga mengatakan bahwa terdakwa menuding pegawai PT. PELNI melakukan praktek korupsi. Dan mengancam akan membeberkan bukti-bukti adanya korupsi. “Dia (terdakwa) juga menuduh pegawai PT. PELNI banyak yang korupsi,” ucap saksi Agus.

Saat ditanyai majelis Hakim terkait keterangan saksi tersebut, terdakwa Marita sempat membantah bahwa dirinya tidak pernah menyebut semua pegawai PT. PELNI melakukan korupsi. “Saya tidak pernah menyebut ucapan itu. Video itu saya tujukan buat orang yang telah mengeluarkan saya dari grup WhatsApp, Perisai,” bantah Marita

Keterangan ketiga saksi dihadapqn majelis hakim yang diketuai Hakim Dede Suryaman dirasakan cukup maka Sidang pun dilanjutkan minggu depan dengan agenda keterangan saksi ahli dari JPU. “Sidang kita tunda satu minggu untuk mendengarkan keterangan saksi ahli dari penuntut umum,”pungkas Hakim Dede Suryaman.

Seperti diketahui terdakwa Marita Sani membuat video Vlog yang diunggah di media sosial, pada tanggal 6 Februari 2019 didalam mobil yang berada dikawasan Perumahan Graha Bundar Asri (GBA) Gresik. Melalui kamera handphone miliknya, dalam rekaman video tersebut dirinya mengucap kalimat berisi ancaman terhadap para isteri dan karyawan perusahaan BUMN tersebut.

Kalimat kalimat terdakwa dalam video tersebut diucapkan dengan nada ancaman. Selain itu, dia menuding para karyawan perusahaan tersebut melakukan dugaan praktik korupsi. Dia berjanji akan membuktikannya.

JPU Bunari menyatakan bahwa, Marita membuat video tersebut, karena merasa sakit hati setelah dikeluarkan dari grup WhatsApp Perisai yang anggotanya para isteri karyawan PT Pelni. Dia dikeluarkan karena dianggap sudah tidak cocok dengan kolega-koleganya setelah suami Marita yang juga karyawan perusahaan tersebut dimutasi ” Ucapan terdakwa ini melanggar Pasal 45 ayat (4) jo. Pasal 27 ayat (4) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik” tandasnya.

|delik

Artikel ini telah dibaca 292 kali

Baca Lainnya