Hukrim

Rabu, 16 Oktober 2019 - 07:57 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto Ilustrasi , pembibitan kopi. ( foto sumber googel)

Foto Ilustrasi , pembibitan kopi. ( foto sumber googel)

Tidak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Bibit Kopi Arabika Komasti di Mamasa Dihentikan

MAMASA,pojokcebes.com | Pengadaan bibit kopi Arabika Komasti di Dua kecamatan di Kabupaten Mamasa yakni Kecamatan Mehalaan dan Kecamatan Rante Bulahan Timur, dengan nilai anggaran 2,8 Miliar bersumber APBN tahun 2019. Akhirnya, untuk sementara dihentikan oleh pejabat Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) dengan alasan bibit tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi barang.

Informasi yang diterima redaksi pojokcelebes.com. Bahwa pengadaan bibit kopi Komasti diketahui hanya ada satu tempat pengambilan benih bibit kopi Arabika Komasti yang diketahui bersertifikasi hanya ada di Desa Suberjati Kecamatan Silo Provinsi jawa Timur. Tahun ini 2019, Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Dinas Perkebunan mengadakan bibit kopi Arabika sebanyak 300 ribu bibit jenis Komasti untuk 27 kelompok penerima di Dua kecamatan di Kabupaten Mamasa dengan nilai pagu anggaran 2,8 Miliar rupiah.

Namun yang terjadi, bibit yang disiapkan oleh rekanan yang lolos spesifikasi hanya berjumlah kurang lebih 115 ribu batang dan dikeatahui tahap penyaluran pertama, baru satu kelompok yang menerima bibit kopi Arabika Komasti yakni Kelompok Sukamaju di Desa Leko Kecamatan Mehalaan kabupaten Mamasa.

Dikonfirmasi kepada Kadis Perkebunan Provinsi sulawesi Barat ( Sulbar ) melalui pejabat PPK nya, Busman membenarkan adanya penghentian penyaluran bibit kopi Arabika Komasti di Dua kecamatan di Kabupaten Mamasa. Penghentian sementara penyaluran bibit kopi tersebut bukan tanpa alasan. Kata dia, selain pejabat pengadaan tidak ingin ambil resiko berbenturan dengan hukum, juga bibit kopi komasti itu sebagian tidak sesuai dengan spesifikasi berdasarkan dengan perjanjian kontrak yang dibangun. Dia menyebutkan, ada Tiga item yang harus dipenuhi oleh pihak rekanan dalam pengadaan bibit kopi tersebut, diantaranya bibit kopi itu harus berumur minimal sudah 6 bulan. Tinggi bibit kopi minimal 25 cm dan bibit kopi minimal harus memiliki daun 6 lembar. Jika tidak terpenuhi salahsatu item tersebut itu dinyatakan batal

” Kalau tiga item spesifikasi itu sudah terpenuhi, itu berarti bibit kopi Torabika Komasti layak di salurkan ke kelompok penerima. Jika belum masuk spesifikasi bibit tersebut, itu berarti tidak layak salur ke kelompok penerima karena kami tidak mau ambil resiko tersandung dengan hukum, ” jelas Busman

Dia menambahkan, terkait ini karena tidak ingin kecolongan, Dinas Perkebunan Provinsi akan terus melakukan pengawasan. Ada 27 kelompok pendamping yang direktrut oleh pusat tetap akan memantau pengadaan tersebut.

” Iya ada memang khusus pemantau atau pengawas setiap kelompok penerima bibit kopi yang direkrut oleh pusat. Jadi saya kira, kita tidak akan main – main untuk melakukan pengawasan pengadaan bibit kopi dengan nilai 28 Miliar itu, ” tegas Busman.|Adji

Artikel ini telah dibaca 489 kali

Baca Lainnya